PALEMBANG —Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memusnahkan ratusan telepon genggam atau handphone (HP), Kamis (27/04).

Kepala Kanwil Kemenkumham RI Sumsel, Sudirman SH MM mengatakan, ratusan telepon genggam yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil sitaan yang di dapat di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) wilayah Sumsel.

“Itu barang bukti hasil razia yang dilakukan oleh petugas kita di dalam Lapas wilayah Sumsel, seperti Lapas Kelas I Palembang, Lapas Perempuan, Lapas Serong, Rumah Tahanan dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Palembang,” jelas Sudirman pada awak media usai menggelar upacara peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 di LPKA Kelas I Palembang.

Ia menegaskan, setiap warga binaan dilarang mengoperasikan Hp. Ini sebagai upaya pihaknya dalam mencegah peredaran narkoba di dalam Lapas.

“Kami mencanangkan zero Hp dan narkoba, artinya kami melarang mengoperasikan Hp bagi seluruh warga binaan dan memperketat pengawasan agar tidak terjadi transaksi narkoba di Lapas,” jelasnya.

Disela upacara peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 tersebut, Sudirman juga memberikan penghargaan kepada petugas Lapas yang dinilai memiliki kinerja baik selama bertugas.

“Ada lima petugas Lapas yang dinilai berkinerja baik dan pantas mendapat penghargaan. Ada yang berhasil menangkap kembali tahanan yang kabur, ada juga yang berhasil menggagalkan masuknya narkoba kedalam Lapas,” kata dia.

Dalam upacara tersebut, Sudirman mengajak seluruh jajarannya agar menjadikan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 sebagai momentum bertarnsformasi menjadi lebih baik.

“Kita ingin mengubah paradigma diluar sana yang memandang Lapas sebagai tempat yang mengerikan. Pokoknya tidak ada lagi penyiksana dan lainnya, yang ada hanya pembinaan. Ini dilakukan agar warga bisa kembali dan diterima masyarakat,” tutupnya.(juniara)

Artikel Terkait