PALEMBANG — Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) menggelar rapat evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutka) tahun 2016 di hotel Aston, Kamis (6/10).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Deputi VI bidang Kamtibnas, Carlo B. Tewu juga dihadiri Sekretaris Daerah Sumsel, Mukti Sulaiman, Kapolda Sumsel, Danrem Gapo 044, serta perwakilan sepuluh provinsi rawan karhutla, seperti Sumsel, Riau, Jambi , kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Papua serta Papua Barat

Carlo B. Tewu mengatakan bahwa Kemenko Polhukam memberikan arahan kepada setiap daerah untuk bersinergis mencegah Karhutla. “Arahan Menko jangan berdiri sendiri agar penanganan karhutla, tidak hanya melakukan pencegahan tetapi juga mengevaluasi apa yang sudah dilakukan,” ujarnya

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman mengungkapkan berkat kerja sama semua pihak serta satuan tugas (satgas) pencegahan karhutla hasil yang diperoleh sangat signifikan sehingga tahun ini zero kabut asap.

“Gubernur, Kapolda, Danrem telah bekerjasama dan terbukti pada tahun 2016 hotspot jauh berkurang menjadi 798 hektar dari sebelumnya 14 ribu hektar,” ungkapnya.

Sebelumnya, telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dan satgas untuk pencegahan karhutla seperti sosialisasi hingga ke tingkat desa dan membuat kanal blocking. “Tidak hanya itu, Danrem O44 Gapo juga telah menemukan formula untuk mencegah dan memadamkan kebakaran,” Jelas Mukti.

Pada 30 Agustus lalu, sambungnya, pemerintah telah melakukan pemantauan melalui pesawat tanpa awak karena memang permasalahan karhutla yang berujung dengan bencana kabut asap sangat berdampak buruk bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi dan kesehatan.

Oleh karena itu, tambah Mukti, Semuanya diharapkan bersinergi dan medukung penuh pencegahan karhuta di Sumsel, “Hingga kini kekuatan personil penanganan karhutla cukup banyak tetapi tetap kita harus bersama-sama saling dukung, apalagi 2018 mendatang Sumsel akan menjadi tuan rumah hajatan besar Asian Games, jadi kita harus benar-benar mempersiapkan diri,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost