PALEMBANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan segera mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur tentang tour and travel haji umroh.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Alfajri Zabidi mengatakan, Pergub ini diterbitkan untuk mengatur maraknya perkembangan tour and travel yang diduga abal-abal.

“Dalam waktu dekat kita akan laksanakan roadshow ke Kabupaten/Kota terhadap Pergub ini, agar para travel bisa mematuhinya,” ucapnya saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (27/9).

Melalui Pergub ini, sambungnya, masyarakat yang akan melaksanakan haji dan umroh akan merasa aman dan terhindar dari penipuan.

“Bagaiman kita menscan aturan Gubernur ini agar ada protect (perlindungan) bagi masyarakat Sumsel untuk melaksanakan haji dan umroh, sehingga ada jaminan bahwa yang bersangkutan diberangkatkan,” lanjutnya.

Alfajri juga mengatakan, dengan diterbitkannya Pergub ini, pihaknya akan mendata travel-travel yang konsisten untuk memberangkatkan dari Palembang menuju Jeddah ataupun Madinah.

“Banyak keuntungan yang didapat lewat Pergub ini, biaya lebih murah, bisa gunakan fasilitas manasik yang serba lengkap di asrama haji dan PAD meningkat,” ungkapnya.

Kemenag Sumsel juga mencatat potensi masyarakat Sumsel yang berangkat haji dan umroh pertahunnya mencapai 24 ribu orang. “Potensi inilah yang akan kita garap, dan ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat Sumsel sendiri,” tuturnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, Kemenag Sumsel mencatat jumlah tour and travel haji umroh sebanyak 29. “Tidak menutup kemungkinan maaih banyak yang abal-abal. Bagi masyarakat yang merasa tertipu silahkan melapor ke pihak berwajib,” pungkasnya. (ril)

Artikel Terkait