PALEMBANG — Science Techno Park (STP) merupakan sebuah kawasan yang dikelola secara professional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui penciptaan dan peningkatan ekosistem yang mendukung inovasi untuk peningkatan daya saing dari industri-industri dan institusi-institusi yang berada naungannya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Ir. Lukitariati.,M.SI disela kegiatan sosialisasi penjaringan Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) di hotel Santika Palembang, Kamis (27/4) menjelaskan, bahwa STP dibangun sebagai wahana hilirisasi IPTEK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyebaran pusat – pusat pertumbuhan dalam rangka pemerataan antar Wilayah.

Oleh karena itu, Pembangunan infrastruktur STP Sumsel dilakukan untuk mendukung fokus kegiatan Industri Peternakan Sapi, demikian halnya dengan pengadaan peralatan disesuaikan untuk melengkapi pembangunan infrastruktur fisik, seperti peralatan untuk kelengkapan pabrik pakan, kandang sapi, gudang rumput dan kelengkapan ruang kelas. Peralatan ini harus terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur fisik.

“Untuk kegiatan pra inkubasi dan inkubasi dilaksanakan oleh Balitbangda Sumsel melalui inkubator teknologi, karena inkubator teknologi sudah mendapat bimbingan melalui kegiatan penguatan Inkubator Teknologi dari Kemenristekdikti RI,” kata Luki.

Dikatakan Luki, Tahun ini Sumsel akan membangun kandang sapi sesuai standar aturan yang berlokasi di kabupaten Ogan Ilir dengan luas lahan sekitar 100 hektar.

“Sapinya sudah ada tapi pengembangannya yang belum bagus. Jadi nanti akan kita pelajari mulai dari pakan sapi serta bibitnya, jadi kombinasi antara dua hal ini haris ditekankan, karena selama ini yang mengelola STP Kementerian Ristek Dikti, nah mulai 2017 beralih ke Balitbangnovda,” ungkapnya.

Sementara, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan pemprov Sumsel, Yohanes. H Toruan sangat mendukung program ini dan memberikan tantangan agar tahun depan ada hasil yang memuaskan dan menguntungkan masyarakat.

“Disamping menjadikan kawasan ini menjadi pusat bisnis juga dapat menjadi inkubator perkembangan pengusaha, jadi saya tantang lebaran tahun depan harga daging sapi bisa Rp. 60/Kg,” tantangnya.

Menurut Yohanes, Sumsel memiliki potensi yang lumayan besar untuk membuat peternakan Sapi. Selain bentangan lahan yang luas, kesiapan bahan pangan juga banyak tersedia diberbagai daerah.

“Potensi yang sangat bagus ini harus dimanfaatkan, tetapi ada satu tantangan lagi yang cukup besar yakni merubah kultur masyarakat di daerah yang biasanya cocok bertanam tetapi juga bisa beternak sapi,” tukasnya. (juniara)

Artikel Terkait