PALEMBANG — Rizky Dwi Ramadhana menjadi aktor penting di balik kemenangan Sriwijaya FC atas Mitra Kukar, Rabu (7/6) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Gol yang dicetaknya di menit 14 babak pertama tidak hanya membuka kemenangan laskar wong kito atas Naga Mekes, namun juga mampu meningkatkan moral bertanding pemain SFC lainnya di lapangan hijau.

Golnya ini juga semacam pembuktian dari perjudian mahal yang dilakukan pelatih SFC Oswaldo Lessa sebelum laga digelar. Pasalnya, dengan tuntutan harus memenangkan pertandingan untuk mengamankan posisinya sebagai pelatih kepala SFC, Lessa memilih memainkan jebolan SFC U21 ini di lini depan guna mendampingi Alberto Goncalves.

Sebuah keputusan yang tergolong cukup berani mengingat di 9 laga sebelumnya, Rizky jarang dimainkan. Bahkan hanya tercatat sekali masuk ke lapangan dari bangku cadangan saat pekan kedua melawan Borneo FC (22/4) lalu. Namun pelatih asal Brasil ini mengaku sengaja menurunkan pemain asli Sumsel ini guna meningkatkan daya gedor lini depan SFC. “Dia punya kecepatan dan finishing yang bagus, bagi saya Rizky juga pemain yang punya kualitas. Jika memang sebelumnya jarang bermain hanya karena faktor kepentingan strategi saja,” jelas Lessa.

Sementara itu, Rizky sendiri mengaku bersyukur mampu mencetak gol di laga ini dan mempersembahkannya bagi kedua orang tuanya. “Tidak ada firasat apapun, kemarin hanya ingin memberikan yang terbaik dan membayar kepercayaan pelatih. Namun memang ibu saya sangat memberikan dukungan dan sebelum pertandingan menelpon agar saya lebih semangat,” ujar anak dari pasangan Toto Rianto dan Ati Isdiati ini saat dihubungi Kamis (8/6) sore.

Menurutnya, sang ibu seolah percaya bahwa dirinya mampu memberikan kontribusi positif bagi SFC saat laga melawan Mitra Kukar. “Beliau hanya berpesan jangan gugup dan bermain seperti biasa. Soal gol kalau memang sudah rejeki maka akan datang sendiri,” bebernya. Diakuinya, awal saat masuk ke lapangan hijau sempat ada rasa nervous yang melanda mengingat selama ini dirinya jarang dimainkan.

“Sebagai seorang pemain, tentu perlu adaptasi dulu karena saya sudah lama jarang dimainkan sejak menit awal di pertandingan resmi. Tapi kemarin adalah laga yang sangat penting buat SFC sehingga saya berusaha terus fokus dan alhamdullilah bisa bikin gol dari skema yang memang sudah diasah saat latihan,” tambahnya.

Pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik ISL U21 2012/2013 saat mengantarkan SFC U21 sebagai juara ini pun berharap gol ini dapat mengantarkannya lebih sering bermain bersama tim kedepannya. “Penampilan saya masih jauh dari sempurna, masih perlu banyak latihan lagi. Namun sebagai pemain tentu saya sangat ingin bermain, disini semua pemain berkualitas sehingga saya harus terus menunjukkan yang terbaik saat latihan, soal apakah diturunkan atau tidak adalah hak pelatih, kepentingan tim adalah segalanya,” pungkasnya.

Artikel Terkait