Usai mendapat jatah liburan selama 2 hari pasca pertandingan terakhir melawan Persiba Balikpapan (6/5) kemarin, skuad Sriwijaya FC akan kembali berlatih di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Senin (9/5) sore. Dalam sesi latihan ini, pelatih laskar wong kito mengaku akan terlebih dulu membenahi kondisi fisik Supardi Nasir dkk.

“Persiapan sudah kita fokuskan untuk melawan Madura United yang akan menjadi lawan kita Minggu (15/5) mendatang, namun dalam 2 pertemuan awal latihan kita akan benahi fisik para pemain terlebih dulu,” ungkap eks pemain timnas ini. Menurutnya, melawan Madura United yang memiliki pemain dengan kecepatan tinggi diperlukan stamina yang mumpuni untuk meredamnya.

Secara khusus, WCP pun mengaku sudah meminta seluruh pemain untuk mengamati gaya permainan Fabiano Beltrame dkk saat bertanding melawan Arema Cronus (6/5) lalu. “Saya minta mereka untuk melihat gaya bermainnya walau di Piala Gubernur Kaltim lalu juga sudah sempat bertemu langsung, karena mereka kini sudah punya pemain baru dan pasti juga banyak perubahan,” tambahnya.

Masuknya Keith Kayamba sebagai asisten pelatih fisik juga diakuinya akan sangat membantu anak asuhnya mempersiapkan diri menghadapi laga perdana di kandang nantinya. Pengalaman serta sentuhan Kayamba diakuinya sangat diperlukan untuk menghadapi deretan laga ketat yang sudah menanti di kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) kedepan.

Sementara itu, Kayamba mengaku siap menularkan pengalamannya selama ini termasuk juga pola hidup sehat yang sudah terbukti membuat fisiknya tetap prima di usianya yang sudah menginjak 43 tahun. “Semua tergantung pemain itu sendiri, karena sebagus apapun program bila mereka tidak disiplin maka akan percuma,” ujar pemain legenda SFC ini.

Pencetak gol terbanyak untuk SFC sepanjang masa ini pun optimis anak asuhnya dapat terus bersaing memperebutkan gelar juara di ISC nanti. “Tapi mental mereka juga harus siap, SFC ini adalah klub besar dan seluruh pemain harus sadar itu. Jika dulu kita bisa juara, kedepan juga tentu juga bisa diulang kembali. Disiplin adalah kuncinya, mulai dari pola makan dan pola istirahat. Semua harus sadar bahwa ini sepakbola profesional dan harus dijalankan dengan serius,” tegasnya.

Artikel Terkait