PALEMBANG — Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (pemprov Sumsel) terus mensosialisasikan program percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP) sebagai program pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2016 dalam bentuk Universal Access 100-0-100, yaitu 100 persen air minum, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak.

Sekretaris Daerah Sumsel, H. Mukti Sulaiman mengungkapkan bahwa sanitasi merupakan salah satu pelayanan dasar yang kurang mendapatkan perhatian khusus, sehingga buruknya kondisi sanitasi juga berpengaruh terhadap menurunnya kualitas hidup.

“Program PPSP itu mengarusutamakan pembangunan sanitasi untuk menjadi prioritas pembangunan, oleh karena itu kita perlu bersinergi dengan stakeholder sanitasi baik pemerintah maupun non pemerintah,” katanya, usai membuka workshop tahap I penjaminan kualitas strategi sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) dan Pra Lokakarya di hotel Batiqa, Rabu (5/10).

Adapun lingkup PPSP, sambung Mukti Sulaiman, meliputi pengelolaan air limbah domestik, pengelolaan persampahan dan pengelolaan drainase permukiman.

Dijelaskannya, dari target 100 persen hingga 2019 mendatang, saat ini pencapaian akses sanitasi telah mencapai 61,30 persen pada tingkat kabupaten/kota. “Hanya ada enam kabupaten/kota yang capaian sanitasinya sudah diatas rata-rata provinsi dan nasional, yakni kabupaten OKU Timur, Lubuk Linggau, Muara Enim dan kota Palembang serta Prabumulih,” jelas Mukti.

Oleh karena itu,lanjutnya, untuk mencapai akses universal sanitasi 100 persen, Sumsel perlu memfokuskan diri pada implementasi perencanaan santiasi yang telah dibuat dalam dokumen strategi sanitasi serta membangun sistem insentif dan disinsentif.

“Kedepannya, kita akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pencemaran di sungai supaya bisa menciptakan kondisi yang bersilh dan target sanitasi 2019 kita tercapai” tutupnya. (juniara)

Related Post