PALEMBANG — Meski sempat memimpin terlebih dulu, Sriwijaya FC harus mengakui keunggulan tuan rumah dan menyerah dengan skor tipis 1-2 dari tuan rumah Semen Padang, Jumat (15/7) malam di stadion H Agus Salim Padang.

Dengan hasil ini SFC gagal menggeser Arema Cronus di puncak klasemen dan masih tertahan di peringkat 3 klasemen sementara Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 dengan poin 18.

Pelatih SFC, Widodo C Putro mengaku anak asuhnya kurang beruntung di laga ini dan mengucapkan selamat untuk Semen Padang yang dinilainya lebih mampu memanfaatkan peluang. “Keberuntungan belum berpihak ke kami, tinggal 4 menit lagi berakhir namun tuan rumah mampu memanfaatkan peluang,” jelasnya usai pertandingan. Diakuinya, di laga ini timnya memang beberapa kali membuat kesalahan sendiri dan berakibat fatal.

“Kesalahan sekecil apapun memang tidak boleh terjadi di sebuah pertandingan, namun saya senang karena laga berlangsung menarik dan kedua tim bermain terbuka.

Saya juga paham wajar bila ada kesalahan di sebuah pertandingan, tapi pemain kami sudah maksimal, cuma masalah keberuntungan,” jelasnya.

Menurutnya, dii babak kedua dirinya sudah mencoba strategi baru dengan memasukkan Beto dengan harapan mampu kembali mencuri gol. “Absennya Teja Paku Alam dan Achmad Jufrianto juga bukan alasan, karena bagi saya semuanya sama karena pola latihan pun sama cuma masalah kesempatan saja.

Hal yang sama juga disampaikan oleh kapten tim SFC, Supardi Nasir. “Ada beberapa kesalahan fatal yang dilakukan oleh pemain kami di laga ini. Namun ini adalah tanggung jawab bersama, kami tidaK pernah saling menyalahkan. Kekalahan ini juga mengajarkan kami bahwa jika ingin terus bersaing di TSC ini, maka tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun. Tapi target tidak berubah, kami masih mengincar juara musim ini,” tegasnya.

Di kubu tuan rumah, pelatih Nil Maizar mengaku kunci kemenangan timnya adalah bermain kompak dan pantang menyerah.

“Kemenangan ini kerja keras seluruh pemain, namun kami tidak boleh membanggakan diri karena di depan sudah ada pertandingan berat melawan Pusamania Borneo, Senin ini kami berangkat dan target jelas ingin mendapat poin di laga tersebut,” ungkapnya.

Dirinya pun mengaku sudah merekomendasikan Irsyad Maulana yang memborong 2 gol kemenangan Semen Padang untuk masuk timnas nantinya.

“Tadi saya bertemu Wofgang Pikal bahwa Irsyad layak dicoba untuk timnas nanti,” jelasnya.

Irsyad sendiri mengaku cukup tersanjung dengan ucapan sang pelatih, namun menegaskan masih ingin fokus ke Semen Padang saat ini. “Saya belum memikirkan soal timnas, soal gol tadi adalah bonus dari Allah SWT dan saya senang bisa membawa tim menang,” ujarnya singkat.

Jalannya pertandingan
Di babak pertama, kedua tim langsung bermain dengan tempo cepat dan memforsir serangan. Meski bermain away, namun pemain SFC mampu memberikan tekanan kepada tuan rumah yang sebelum laga ini tidak terkalahkan sekaligus mencatat rekor 100 persen kemenangan di depan publiknya sendiri.

Hasilnya SFC mampu unggul terlebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Mauricio Leal di menit 21. Bek tengah asal Brasil mampu memanfaatkan kemelut yang terjadi di kotak penalti gawang Semen Padang yang dijaga oleh eks penjaga gawang SFC, Rivky Mokodompit.

Setelah tertinggal, anak asuh Nil Maizar langsung mencoba bangkit dan mengandalkan kedua sisi lapangan.

Namun barulah di menit 36 tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan terarah Irsyad Maulana tanpa mampu dihalau oleh Yogi Triana sekaligus menutup 45 menit babak pertama dengan skor imbang.

Di awal kedua, pelatih SFC Widodo C Putro langsung memasukkan Beto Goncalves menggantikan Airlangga Sucipto untuk meningkatkan serangan. Tidak lama berselang, SFC kembali melakukan pergantian dengan memasukkan Firman Utina dan menarik keluar Rizky Dwi Ramadhana.

Meski terus menyerang, namun SFC gagal mencetal gol dan petaka menghampiri jelang berakhirnya pertandingan.

Sebuah serangan balik yang cepat mampu dimanfaatkan tuan rumah untuk balik memimpin dan gol kembali dicetak oleh Irsyad Maulana di menit 85. Skor ini akhirnya bertahan hingga wasit Thoriq Al Katiri meniup peluit. (dedi)

RelatedPost