PALEMBANG — Sesuai Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan nomor 009/SE/DINKES/2017 tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional, pemprov Sumsel mengimbau pemerintah daerah (pemda) agar bertanggung jawab dalam mengembangkan pelayanan pengobatan tradisional di daerah masing-masing.

Asisten pemerintah dan kesejahteraan rakyat pemprov Sumsel, Ahmad Najib disela kegiatan advokasi pelayanan kesehatan tradisional di hotel Horison, Senin (03/04) mengatakan, untuk mewujudkan pelayanan kesehatan tradisional diperlukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pembinaan kelompok yang memanfaatkan tanaman obat keluarga (Toga).

“Dalam penyelenggaraan advokasi hari ini dibidang kesehatan kita harus melakukan peningkatan kapasitas dokter karena ini sangat penting,” ujar Najib, sapaan akrabnya.

Menurutnya, obat-obatan tradisional sangat penting untuk dikembangkan dengan diberikan izin regulasi. Selain itu juga perlu disosialisasikan oleh pemda kepada masyarakat untuk memanfaatkan obat tradisional.

“Mari kita sosialisasikan pelayanan pengobatan tradisional sehingga dapat dikembangkan sehingga semua lapisan masyarakat tahu, tidak asal-asalan serta dikembangkan dengan benar,” ajaknya.

Najib mengungkapkan, setiap tahun kebutuhan obat terus meningkat oleh karena itu masyarakat harus dibiasakan mengkonsumsi obat-obatan tradisional serta mengurangi konsumsi obat-obatan medis.

“Potensi tanaman obat tradisional di Sumsel sangatlaglh banyak. Nah sekarang kita sudah adakan advokasi serta surat edaran ke pemda, mohon ditindaklanjuti serta dianggarkan supaya terealisasi dengan baik,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait