PALEMBANG — Pelatih fisik Sriwijaya FC, Keith Kayamba berharap anak asuhnya kedepan lebih simple dalam menjalankan profesi sebagai pesepakbola. Menurut legenda hidup laskar wong kito ini, pengalamannya selama puluhan tahun sebagai pesepakbola profesional telah memberikannya banyak pengalaman berharga.

Diakuinya, sepanjang 24 tahun karier profesionalnya, dirinya sangat jarang terkena cedera yang cukup parah. Bahkan, Kayamba mengingat hanya sekali harus beristiraht cukup lama karena cedera yakni saat memperkuat klub Yunani, Panionios di tahun 1999.

“Saat itu saya terkena cedera untuk pertama kali dan harus beristirahat selama 4 pekan, setelah itu rasanya saya belum pernah mengalami hal serupa lagi,” jelas pemain yang pernah bermain di 9 negara di 4 benua ini.

Selain itu, Kayamba pun punya catatan impresif lainnya yakni kariernya bersama timnas Saint Kitt and Nevis. “Selama 22 tahun membela timnas, saya mencatat 134 caps dan di semua pertandingan yang saya mainkan, selalu full 90 menit dan tidak pernah diganti,” ungkap pemain yang kini berdomisili di Australia ini.

Diakuinya; faktor yang mampu membuatnya menorehkan catatan tersebut adalah disiplin dan filosofi simpe football yang dianutnya. “Disiplin sudah pasti, lalu pemain harus juga smart. Tidak hanya saat bermain namun juga diluar lapangan, berat badan saya selama ini juga konsisten berkisar 75-76 kg, tidak pernah kurang atau lebih karena saya sangat menghormati profesi ini, jadi soal pola makan dan sebagainya tidak perlu diingatkan lagi,” tambahnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap pemain SFC dapat meneruskan jejaknya untuk hal kebugaran karena fisik merupakan modal berharga untuk seorang olahragawan. “Saat perjalanan jauh kemarin, saya juga minum tolak angin untuk menghindari sakit, jangan baru sibuk ketika sudah jatuh sakit. Saat bermain juga, mereka harus pintar dan tidak perlu memaksakan diri membawa bola jika ada rekan lain yang punya ruang lebih bebas. Jadi simple football itu sangat penting,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost