Meski mengaku masih harus beradaptasi kembali, namun Keith Kayamba mengaku tidak terlalu kesulitan melakoni peran barunya sebagai pelatih fisik Sriwijaya FC di kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016 yang baru saja dimulai. Pemain asal St Kitts and Nevis ini pun mulai debutnya sebagai pelatih fisik saat laskar wong kito menggelar latihan di stadion Siliwangi Bandung, Selasa (3/5) pagi.

Menurutnya, tidak ada kendala berarti yang ditemuinya saat harus menggenjot kebugaran Firman Utina dkk saat ini. “Sekarang saya jauh lebih rileks, tidak ada masalah karena hampir semuanya pernah bermain bersama saya, baik sebagai rekan setim maupun lawan saat pertandingan,” ujar Kayamba saat dihubungi Selasa (3/5) sore.

Pemain yang juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa SFC ini juga menyatakan bahwa perannya saat musim 2011/2012 lalu jauh lebih berat. “Saat itu status saya pemain yang juga merangkap sebagai pelatih fisik. Bagi saya itu jauh lebih susah,” ujar ayah dari 2 orang anak ini.
Saat ini, tugasnya hanya mendukung program pelatih kepala SFC yakni Widodo C Putro. “Tapi saya juga diminta mengatur program recovery, mengawasi menu makan pemain. Namun jika diminta untuk bermain saat latihan saya pun siap,” ungkap Kayamba seraya berkelakar.

Diakuinya, fisiknya pun saat ini masih cukup bugar untuk bermain sepakbola, profesi yang sudah dijalankannya sejak puluhan tahun lalu. “Sebelum bergabung ke SFC, sembari melatih saya pun masih bermain di kompetisi salah satu negara bagian Australia. Namun tidak masalah sekarang saya bukanlah pemain, menjadi pelatih fisik juga sebuah tantangan dan saya hadir kesini untuk membawa tim menjadi juara kembali,” tegasnya.

Kayamba juga menyatakan bahwa saat mendapat tawaran menjadi staf pelatih, dirinya tidak perlu berpikir panjang dan merasa bangga diberikan kesempatan tersebut. “Saya 5 musim menjadi bagian SFC, masyarakat Palembang juga sangat baik dan kerap menanyakan kabar saya melalui instagram. Jadi tidak sulit menerima tawaran itu, namun tetap ada komunikasi dan negosiasi terlebih dulu. Awalnya saya langsung ingin bergabung, namun ada proses administrasi yang mesti dijalankan dan itu cukup lama sehingga saya baru bisa ke Indonesia bertepatan dengan laga pertama ISC,” bebernya.

Artikel Terkait