PALEMBANG — Meski masih berada di papan bawah klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2017, namun dukungan terus diberikan banyak pihak kepada Sriwijaya FC, termasuk juga dari salah satu legenda hidupnya Keith Kayamba Gumbs yang saat ini berdomisili di Australia. Pencetak gol terbanyak laskar wong kito sepanjang masa ini pun optimis tim yang pernah dibelanya 6 musim, baik sebagai pemain dan pelatih ini akan segera bangkit.

“Di pertandingan lawan PS TNI nanti, seluruh pemain harus all out untuk menang. Pasti ada yang sangat tertekan tapi masih ada banyak waktu dan pertandingan untuk bangkit dan naik dari zona degradasi. Harus percaya diri dan tetap kerja keras untuk itu. Namun yang terpenting SFC masih butuh SUPPORT dari para suporter,” ungkapnya melalui pesan elektronik, Senin (10/7) siang.

Kayamba pun berharap para suporter nantinya dapat berbondong-bondong kembali memenuhi stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring guna mendukung perjuangan Beto Goncalves dkk di lapangan hijau. “Saya yakin pemain tidak datang ke lapangan untuk kalah atau untuk main jelek, tetapi kami semua tahu di sepakbola ada menang, kalah dan seri. Ada banyak faktor bisa bikin tim kalah atau tidak dapat bermain dengan performa terbaik. Tapi suporter sejati bukan saat menang saja, pemain dan tim butuh dukungan lebih pada saat kalah dan dalam situasi yang sulit. Semoga fans SFC datang ke GSJ langsung untuk kasih semangat ke pemain,” harapnya.

Walau tidak berada di Indonesia lagi, namun Kayamba sendiri mengaku masih terus mengikuti perkembangan SFC. “Jika pertandingannya live di televisi, maka semua pertandingan SFC pasti saya tonton lewat internet atau streaming. Melawan Arema kemarin sepertinya kita kurang beruntung,” ujarnya.

Usai pertandingan, ayah dari 2 anak ini pun mengaku langsung berkomunikasi dengan Hartono Ruslan yang sekarang dipercaya menjadi caretaker SFC. “Mas Hartono dan SFC sudah seperti keluarga, saya banyak berdiskusi mengenai pertandingan dan memberikan sedikit sumbang saran kepadanya,” tambahnya.

Menurutnya, lini pertahanan yang belakang disebut sebagai salah satu titik lemah SFC bukan hanya tanggung jawab pemain belakang saja, namun seluruh tim secara keseluruhan. Dua stopper yang nanti akan bermain, Yanto Basna disebutnya harus lebih sabar dan menghindari pelanggaran yang tidak perlu, sementara Bobby Satria dimintanya lebih agresif dan tidak membiarkan pemain lawan bisa berkreasi di area kotak penalti.

Terkait bakal absennya Yu Hyun Koo karena hukuman akumulasi kartu, Kayamba menyebut Hapit Ibrahim dan Manda Cingi harus dimaksimalkan mengisi peran kapten tim tersebut. “Keduanya hampir sama, namun Hapit kuat dalam merebut bola, sementara Manda berani dengan bola. Namun karena ini laga di kandang, kita harus bermain lebih agresif nantinya untuk memforsir kemenangan,” pungkasnya. (dedi)

Related Post