PALEMBANG — Nama Kashartadi disebut banyak pecinta sepakbola di Palembang sebagai salah satu calon yang tepat mengisi kekosongan pelatih kepala Sriwijaya FC usai ditinggal oleh Oswaldo Lessa. Pelatih asal Solo ini sendiri dianggap sangat sukses saat membawa laskar wong kito terakhir menjadi juara kompetisi Indonesian Super League (ISL) musim 2011/2012 lalu.

Namun peluang Kashartadi untuk kembali membesut SFC sepertinya tidak akan terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, saat ini ayah dari Eric Cantona ini tengah terikat kontrak dengan Kalteng Putra, salah satu kontestan kompetisi Liga 2. Setidaknya, hingga November mendatang Kashartadi masih punya pekerjaan menyelesaikan kontraknya bersama klub asal Palangkaraya tersebut.

Di Kalteng Putra sendiri, Kashartadi juga membawa sejumlah eks punggawa SFC di era kepelatihannya seperti Mahyadi Panggabean dan Budi Sudarsono. Namun dikarenakan terbentur regulasi usia, maka Budi Sudarsono akhirnya dialihkan menjadi asisten pelatih. Hasilnya pun cukup positif, tergabung di Grup 6, Kalteng Putra saat ini menempati puncak klasemen sementara bersama PS Mojokterto Putra dengan poin 9 dari 4 pertandingan yang sudah dimainkan.

Selain faktor kontrak tersebut, ada 1 alasan lagi yang bisa membuat Kashartadi terganjal menjadi pelatih kepala SFC. Faktor lisensi kepelatihan yang belum sesuai dengan regulasi minimal yang diterapkan oleh operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI selaku induk olahraga sepakbola di tanah air.

Berdasarkan aturan, pelatih yang membesut klub peserta Liga 1 Indonesia diharuskan memiliki lisensi minimal A AFC, sementara Kashartadi saat ini di awal tahun lalu baru menyelesaikan kursus kepelatihan B AFC. Saat membawa SFC juara dulu, lisensi Kashartadi hanyalah A Nasional, namun ditutupi dengan didaftarkannya Hartono Ruslan yang kini didapuk sebagai caretaker tim SFC.

“Semua saran dan masukan dari masyarakat serta pecinta SFC kami dengarkan. Namun tentu dalam proses pencarian pelatih kami akan mempertimbang seluruh aspek, termasuk juga kelengkapan administrasinya, kalau masih terikat kontrak dengan klub lain juga tentu tidak bisa dipaksakan,” ungkap sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dikonfirmasi mengenai masalah ini, Selasa (22/6) sore. (dedi)

Artikel Terkait