PALEMBANG – Kasus tersangka Toni atas kasus ujaran kebencian melalui media sosial telah ditindak oleh Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

Agung memberikan penjelasan mengenai ditangkapnya Toni Rianda Usai upacara Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke 71 di Griya Agung, Senin (10/07).

“Kita sudah tingkatkan kasus Toni dan menjadikannya menjadi tersangka. Toni menjadi tersangka karena hasil konten yang di upload di media sosial ada semacam ujaran kebencian antara lain menyampaikan halal darahnya kalau Polisi dibunuh,” jelasnya.

Budi Agung menambahkan, Toni akan dikenakan UU ITE dan sekarang sudah ditahan di Polda Sumsel. Ia juga mengatakan sampai sejauh ini tidak ada keterlibatan pihak lain dalam kasus Toni.

Sementara pada acara yang sama, Kombes Pol Prasetijo, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel mengatakan, hasil dari pemeriksaan kepada Toni itu akan dikenakan pasal 28 dan ayat 2 UU ITE atau pasal 207 KUHP.

“Toni telah menyebarkan ujaran kebencian terhadap suatu golongan karena kepolisian dianggap sebagai togut,” terangnya.

Lanjutnya, pihaknya masih mendalami dan melakukan penelitian serta penyelidikan. Pihaknya juga akan memanggil terhadap group telegram satu persatu untuk mengetahui apa yang dimaksud dari tulisan tersebut.

“Kita masih melakukan pendalaman terhadap keterkaitan dengan terorisme dan kita akan melihat perkembangannya,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Toni Rianda (24) warga Jalan Sembilang no 66 Karet RT 5 RW 04 Pekanbaru, Provinsi Riau, ditangkap di gelumbang Muara Enim ketika akan menuju Muara Enim dari Palembang, di tangkap di Depan Polsek Gelumbang pada Sabtu 8 Juli 2017 lalu sekitar pukul 15.30 WIB. (Juniara)

Artikel Terkait