Palembang-Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Alex Noerdin bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad meresmikan gedung kantor OJK Regional 7 Sumbagsel di Jalan Residen Abdul Rozak Nomor 99 Palembang, Selasa (4/4).

Kantor OJK Regional 7 Sumbagsel merupakan partner pemerintah daerah tercermin dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumsel dan Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Provinsi Sumsel. Hadirnya kantor OJK di Sumsel tujuannya adalah untuk membantu pemerintah daerah, baik melalui trobosan dibidang keuangan maupun membuka fasilitas keuangan.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam kesempatan ini menyatakan sangat menyambut baik dengan peresmian gedung kantor ini yang berarti bertambahnya fasilitas untuk mendukung pembangunan Sumsel. “Sumsel memang merupakan Provinsi yang melakukan pembangunan berbagai bidang yang lebih besar di banding Provinsi lain,” ungkapnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang mampu menarik dana pembangungan infrastruktur besar-besaran di Sumsel sehingga berdampak pada peningkatan investasi Sumsel dan meningkatnya indeks keuangan Sumsel. “Banyak Provinsi lain yang kondisinya dibawah indeks keuangan nasional,” terangnya.

Selain itu, Muliaman D. Hadad juga mengapresiasi Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang sudah membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumsel dan Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Provinsi Sumsel.

Menurutnya, TPAKD Provinsi Sumsel merupakan yang pertama dibentuk dari seluruh Provinsi, mencerminkan pimpinan daerah Sumsel sangat concern meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sumsel menjadi pelopor pembangunan Infrastruktur diiringi dengan pemberdayaan masyarakat yang terus berkembang, saya yakin Sumsel bisa menjadi Provinsi yang menonjol di Indonesia,” ujarnya.

Sementara, Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, Panca Hadi Suryatno mengungkapkan bahwa cakupan wilayah kerja kantor OJK Regional 7 Sumbagsel meliputi Provinsi Sumsel, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung.

Menurutnya, Berdasarkan hasil survei indeks literasi dan inklusi keuangan tahun 2016, Kata Panca Hadi Suryatno, keuangan Provinsi Sumsel mengalami peningkatan yaitu indeks literasi keuangan 31,64 persen dan indeks inklusi keuangan 73,09 persen dari sebelumnya tahun 2013 sebesar 23,25 persen dan 66,75 persen.

“Indeks ini melampaui indeks tingkat nasional yang masing-masing sebesar 29,7 persen dan 67,8 persen,” paparnya.

Lanjur Panca Hadi Suryatno mengungkapkan, peresmian kantor baru OJK ini juga dikuti peresmian ruang pusat edukasi, layanan konsumen, dan akses keuangan UMKM (Pelaku) dan perpustakaan “Cafe Ilmu”. Keduanya menempati lantai 1 gedung yang diantaranya merupakan area layanan publik, aula, ruang penyidikan dan ruang wawancara.

“Gedung ini sudah kita tempati sejak 1 Januari 2016 lalu dan sudah dilakukan renovasi selama 3 bulan untuk menunjang kinerja dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang keuangan,” pungkasnya. (rill)

Artikel Terkait