PALEMBANG — Sriwijaya FC harus mengakui keunggulan tuan rumah PS TNI dengan skor tipis 1-2, Rabu (25/10) malam di stadion Pakansari Bogor. Dengan hasil ini, laskar wong kito masih tertahan di posisi 13 klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 dengan poin 38, sementara skuad The Army berada 1 poin dibawahnya dengan poin 36.

Dua gol bagi PS TNI dicetak oleh Bruno Martins di menit 42 babak pertama dan Wawan Febrianto di menit 64. Sementara gol balasan bagi SFC dicetak oleh Airlangga Sucipto di menit 64, tuan rumah sendiri harus bermain dengan 10 orang setelah Safrial Arfandi diusir wasit karena melanggar Beto yang sudah dalam posisi bebas mencetak gol di menit 45.

Pelatih SFC, Hartono Ruslan tidak dapat menyembunyikan kekecewaaanya usai laga. “Saya pikir tidak ada yang perlu dikomentar dan selamat untuk PS TNI yang sudah memenangkan pertandingan tadi, tapi saya kecewa karena laga sangat tidak berkualitas sekali,” ujarnya usai pertandingan.

Dirinya pun menolak anggapan sudah kehilangan gairah di laga ini karena telah dipastikan bebas dari jerat zona degradasi. “Pemain kami bukannya tidak semangat, namun kecewa karena pertandingan banyak sekali berhenti di babak kedua. Wasit hampir selalu menghentikan laga walau pemain sudah siap bermain,” ungkapnya.

Sejak awal pelatih asal Solo ini telah mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai kecepatan pemain PS TNI yang didominasi oleh pemain muda. “Sebelumnya saya sudah khawatir soal penurunan semangat, tapi di awal PS TNI mampu menekan dan setelah kecolongan baru berani keluar lalu menciptakan peluang. Gol kedua mereka lahir dari apa yang sebenarnya sudah kami antisipasi,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih PS TNI Rudy Eka Priyambada mengaku sangat bersyukur atas kemenangan ini. “Kami senang target poin penuh dapat diraih, tapi kami kecewa karena kehilangan pemain di akhir babak pertama. Setelah itu PS TNI tidak dapat bermain normal dan saya harus membuat strategi berbeda di babak kedua,” ungkapnya usai pertandingan.

Pelatih muda ini pun mengeluhkan anak asuhnya selalu membuat kesalahan yang sama di setiap pertandingan. “Saya pikir konsentrasi menurun di babak kedua dan itu selalu terjadi sehinga saya sesalkan, SFC mendapat angina dan banyak menekan. Tapi saya senang bisa mempertahankan kemenangan,” bebernya.

Terkait kartu merah yang diperoleh timnya, Rudy menyebut hal tersebut memang sempat membuat pihaknya khawatir. “Irfandi kurang bagus dalam membaca permainan, apalagi lapangan licin dan membuatnya terpeleset. Pelanggaran tadi memang wajar diberikan kartu merah, kami sengaja menarik Sansan karena Manahati terlalu asyik membantu menyerang untuk mempertahankan skor,” tambahnya.

Jalannya pertandingan

Di awal babak pertama, tim tuan rumah langsung berinisiatif menyerang dan mengurung pertahanan SFC yang dikomandoi oleh duet M Robby serta Yanto Basna. Duo asing PS TNI, Redouane Zerzouri dan Bruno Elia yang ditopang oleh dua sayap lincak yakni Ahmad Nufiandi serta Wawan Febrianto terus memborbadir pertahanan SFC

Sriwijaya FC akhirnya tertinggal 0-1 di menit akhir babak pertama dan gol bagi The Army dicetak oleh marquee player-nya Bruno Elia di menit 41 memanfaatkan tendangan sudut dari sisi kiri pertahanan laskar wong kito. Menjelang pertandingan, tuan rumah sendiri harus bermain dengan 10 orang setelah Safrial Irfandi diusir wasit karena melanggar Beto yang sudah bebas dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Teguh Amiruddin.

Di babak kedua, SFC mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan tampil lebih agresif. Tetapi asyik menyerang lini pertahanan SFC kembali harus kebobolan melalui sebuah serangan balik yang cepat, Abduh Lestaluhu dari sisi kanan mampu mengirimkan sebuah umpan matang yang langsung diselesaikan dengan baik oleh Wawan Febrianto.

Tertinggal 0-2, pelatih Hartono Ruslan akhirnya memasukkan Airlangga Sucipto dan menarik keluar Manda Cingi. Hasilnya, supersub SFC ini mampu memperkecil keadaan saat berhasil menyundul bola ke gawang lawan di menit 75. Setelah ini, SFC sempat membuat beberapa peluang emas namun selalu dimentahkan oleh kiper lawan dan skor akhir tetap bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. (dedi)

Artikel Terkait