PALEMBANG — Sriwijaya FC gagal bangkit dan kembali menelan kekalahan 1-2 saat menjamu Bhayangkara FC, Rabu (3/5) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Buruknya kepemimpinan wasit Jumadi Effendi juga membuat laga berlangsung panas dan beberapa kali terjadi benturan keras.

Bahkan Nur Iskandar harus bermain dengan perban di kepalanya setelah mendapat hantaman dari Jajang Maulana di menit 80 babak kedua. Sementara M Sahrul Kurniawan juga dilarikan ke RS Siloam usai babak pertama untuk mendapat perawatan setelah bertabrakan dengan Rahmad Hidayat.

Gol pertama bagi Bhayangkara FC dicetak oleh Evan Dimas di menit 26 babak pertama memanfaatkan kesalahan pemain SFC di daerah sendiri. Satu gol bagi tim tamu lainnya dihasilkan oleh Thiago Furtuoso di menit 76, sementara laskar wong kito hanya bisa membalas lewat sundulan Alberto Goncalves di menit 62.

Usai pertandingan, pelatih laskar wong kito Oswaldo Lessa meminta maaf atas hasil buruk yang diderita oleh timnya. “Saya meminta maaf kepada supporter  SFC atas hasil kurang baik ini, kalah di kandang sangat buruk sekali. Tetapi saya tetap mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang sudah memberikan yang terbaik di laga tadi,” ungkapnya usai pertandingan.

Menurutnya, meski tertinggal di lapangan, tetapi seluruh pemain tidak menunjukkan semangat menyerah dan berjuang hingga titik penghabisan. “Spirit tidak kurang, mereka terus berlari hingga peluit ditiup wasit. Kami semua harus berlatih lebih keras lagi, memperbaiki transisi dari belakang ke depan dan begitu juga sebaliknya, tetapi saya tetap percaya kami semua bisa keluar dari kesulitan ini bersama-sama” ujar eks pelatih Persipura ini.

Permintaan maaf juga disampaikan oleh Alberto Goncalves yang menyebut dirinya beserta seluruh pemain sudah bekerja dengan keras di pertandingan ini. “Saya juga harus minta maaf, namun kalian sudah melihat kami bekerja dengan sungguh-sungguh sampai menit terakhir. Musim ini cukup sulit karena mulai dengan banyak pemain baru, formasi baru. Tadi juga ada handsball yang diabaikan oleh wasit dan berujung gol buat lawan. Tapi kami tegaskan tetap solid, saat menang kami bersama, begitu juga saat ini. Soal tekanan pasti ada, namun pemain SFC bukanlah anak kecil, mental harus siap dan cepat bangkit,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih Bhayangkara FC Simom McMenemy menyebut sangat gembira dengan hasil yang diraih oleh anak asuhnya. “Ini adalah laga yang sangat sulit, namun saya senang karena strategi kami berhasil. Kuncinya memang menjauhkan Beto dan Hilton dari daerah penalti kami. Selain itu, saya juga senang karena Thiago juga bisa mencetak gol di saat yang tepat,” ungkapnya usai pertandingan.

Sementara itu, penjaga gawang Bhayangkara FC Wahyu Tri Nughroho menyebut poin penuh ini merupakan modal yang sangat berharga bagi perjalanan timnya kedepan. “Setelah ini kami akan menjamu Persegres dan lanjut tandang ke Papua, jadi kemenangan ini sangat penting,” ujarnya singkat.

Simpati Simon Untuk Lessa

Kalah 2 kali berturut-turut membuat posisi Oswaldo Lessa di Sriwijaya FC mulai mendapat sorotan. Bahkan banyak pihak mulai menyebut Lessa akan segera menyusul nasib Peter Schaller, Louis Hatton atau Timo Scheumann yang harus mengakhiri karier kepelatihan lebih dini di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017.

Sebagai sesama pelatih, Simon McMenemy menyebut dirinya sangat mengerti posisi Lessa saat ini. Pasalnya, sebelum laga ini digelar, pelatih asal Skotlandia ini juga berada di posisi yang sama karena juga baru saja menderita 2 kekalahan beruntun.

“Saya enggan membicarakan mengenai SFC karena saya pernah di posisi mereka. Sebelum laga ini saya berbicara dengan santai dan hangat dengan Lessa. Kami sepakat bahwa posisi pelatih di Indonesia sangatlah sulit, kamu kalah 2 kali maka bisa saja posisi kamu terancam dan tidak bekerja lagi. Apa yang terjadi malam ini tidak perlu dibesar-besarkan, kedua tim bermain bagus namun Bhayangkara lebih beruntung,” ungkapnya.

Sementara itu, Lessa sendiri mengaku dirinya tetap percaya bisa membawa SFC keluar dari masa-masa sulit ini. “Jika saya masih diberikan kesempatan, maka kami harus kerja keras. Ini tim bagus dengan pemain kualitas, ini wajar terjadi di sepakbola. Kami harus menatap kedepan dengan kepala tegak,” ujarnya singkat.

Simon Sebut Kualitas Wasit Indonesia Buruk

Laga antara Sriwijaya FC melawan Bhayangkara FC berjalan keras dan wasit Jumadi Effendi harus mengeluarkan 7 kartu kuning, 3 untuk tim tuan rumah dan 4 bagi tim tamu. Selain itu 1 kartu merah juga dihadiahkan Jumadi bagi Jajang Maulana usai melanggar Nur Iskandar.

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy menyebut laga ini memang sangat keras dan benturan tidak dapat terelakkan. “Kualitas wasit di Indonesia sangatlah buruk dan itu mempengaruhi standar sepakbola. “Pemain tidak jera karena tahu tidak akan pernah mendapat kartu kalau main keras, pemain marquee player kami mengaku tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya,” keluhnya.

Sementara itu, pelatih SFC Oswaldo Lessa menyebut dirinya enggan membicarakan hal ini dan menyerahkan semuanya kepada PSSI. “Saya tidak mau komentar, namun PSSI harus lihat dan menyaksikan ulang rekaman pertandingannya,” ungkapnya singkat. (dedi)

Artikel Terkait