PALEMBANG — Meski menelan kekalahan, namun debut Hartono Ruslan sebagai caretaker tim Sriwijaya FC tetap menuai apresiasi dari sejumlah pihak. Bahkan jika tidak dibumbui sejumlah insiden, laskar wong kito dianggap pantas setidaknya untuk meraih poin di kandang Arema FC, stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (7/7) kemarin.

Di laga ini, suporter SFC sendiri mencatat ada 3 peristiwa penting yang luput dari pengawasan wasit Nuzur Fadilah yang memimpin pertandingan tersebut. Yang pertama yakni saat gol pertama Singo Edan melalui Christian Gonzales yang berbau offside dan terbukti di tayangan televisi.

Kemudian saat mengabaikan pelanggaran keras terhadap Hilton Moreira di dalam kotak penalty saat penghujung babak pertama. Dan yang terakhir sewaktu kapten tim Arema FC Arthur Cunha melakukan handsball di area terlarang namun hanya berbuah tendangan bebas untuk SFC.

“Insiden kartu merah untuk Yu Hyun Koo pun sebenarnya juga bisa diperdebatkan, melihat hasil memang tidak baik tetapi secara keseluruhan kami melihat ada hal positif yang terlihat di laga ini, apalagi gaya bermain dan sentuhan khas SFC juga seperti kembali, ” ungkap Ariyadi Eko ketua umum Singa Mania saat dihubungi Minggu (9/7) siang.

Yang paling disorotinya adalah karakter tim yang seperti mendapat semangat baru dan para pemain terlihat lebih ngotot berjuang di lapangan. “Saat bermain dengan 10 pemain, mereka tidak menyerah dan mendapat sejumlah peluang. Kami pikir itu hal yang sangat penting, selain itu Beto juga mendapat banyak suplai di lini depan, gol kedua yang dicetaknya mengingatkan kembali seperti musim lalu ketika SFC meraih predikat tim paling terproduktif,” ujarnya.

Namun meskipun demikian, pihaknya tetap memberikan sejumlah catatan terhadap kinerja Ichsan Kurniawan dkk. “Meski offside, namun gol pertama dan terakhir dari lawan seolah menunjukkan memang ada masalah besar di lini belakang. Antisipasi bola-bola mati atau silang tidak terlalu baik dan hal ini kerap terulang, hal ini harus cepat dicari jalan keluarnya,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait