Laskar Wong Kito pun harus takluk dari tuan rumah PSMS Medan dengan skor tipis 1-0, Sabtu (18/5) kemarin. Dengan hasil ini terhitung sudah 2 kali Sriwijaya FC harus menelan kekalahan pada pertandingan Gojek Liga 1 2018. Menariknya, kekalahan ini nyaris sama seperti saat laskar wong kito kalah atas Madura United (7/4) lalu. Sama-sama berstatus laga away, gol kekalahan untuk SFC ini dicetak saat laga sudah memasuki menit akhir, yakni menit 83.

Namun pelatih SFC, Rahmad Darmawan pasang badan dan enggan menyalahkan kelengahan anak asuhnya di 2 laga ini. Menurutnya, secara umum Adam Alis dkk sudah bermain baik dan tidak kalah dari sisi penguasaan bola maupun jumlah peluang yang dimiliki secara keseluruhan.

Eks pelatih timnas Indonesia ini juga menyebut pemilihan pemain yang dilakukannya sudah berdasarkan kebutuhan taktik di lapangan. Beberapa pihak sendiri belakangan memang menyoroti minimnya rotasi yang dilakukan RD di setiap pertandingan.

Bahkan saat Mohamadou Ndiaye absen karena terkena hukuman akumulasi kartu, alih-alih memilih Bio Paulin atau Ahmad Faris yang siap pakai, RD justru memindahkan Marco Meraudje dari bek sayap guna berduet dengan Hamka Hamzah di jantung pertahanan SFC.

“Ada beberapa hal yang tidak bisa saya sampaikan, namun ada pertimbangan khusus mengapa saya akhirnya lebih memilih Marco menggantikan Ndiaye,” ujarnya saat ditanya mengenai hal ini, Minggu (20/5) sore. Dirinya pun menyatakan penampilan Marco juga cukup bagus sebagai bek tengah. “Selama pertandingan melawan PSMS tidak banyak kesalahan yang dibuatnya, kalaupun berujung kekalahan dan ada gol lawan yang tercipta, itu bukan tanggung jawabnya sendiri,” tegasnya.

Hingga pekan 8 kompetisi Liga 1 Indonesia 2018, RD sendiri memang terkesan sangat percaya dengan starting eleven yang sudah dicobanya sejauh ini. Nama-nama seperti Hamka Hamzah, Alfin Tuasalamony, Makan Konate, Zulfiandi, Manucechr Dzalilov, Esteban Viscarra, Alberto Goncalves, Mohamadou Ndiaye dan Teja Paku Alam selalu menjadi pilihan pertama.

Namun situasi berbeda disebut RD akan terjadi usai Lebaran nanti, dimana SFC sudah harus melakoni di ajang lainnya yakni Piala Indonesia. “Tentu tidak mudah turun di 2 ajang sekaligus, diperlukan kedalaman skuad yang mumpuni. Itu juga alasan mengapa kami merekrut pemain cukup banyak, karena SFC ditargetkan berprestasi di Piala Indonesia,” pungkasnya.

Artikel Terkait