PALEMBANG —  Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengumumkan hasil penyelidikan pelaporan terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tentang dugaan penistaan agama di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 16 November 2016.

Ari mengatakan tim penyelidik yang dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Umum Polri, Brigadir Jenderal Agus Adrianto, menyimpulkan bahwa penyelidikan ini layak ditingkatkan ke tahap penyidikan dan menetapkan Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka
 
Diaktakan ARI, Ahok dikenai pasal 156A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE.
 
Menanggapi keputusan tersebut,  Korp Alumni HMI ( Kahmi) Kota Palembang yang selama ini sangat konsen terhadap perjalanan kasus penistaan agama sangat bersyukur dan menhapresiasi  kepolisian yang bisa tegas menyikapi permasalahan ini.
 
“Bersyukur kepada Allah SWT karena perjuangan aksi bela Islam tidak sia-sia. Juga mengapresiasi Polri yang telah menjalankan proses hukum secara profesional dan sesuai harapan rakyat sehingga Ahok tersangka dan dicekal,” Ungkap Ketua Umum KAHMI Kota Palembang,  Solehun,  Rabu (16/11)
 
Dijelaskan Solehun, Sebagai  salah satu elemen aksi bela Islam, KAHMI Palembang mengajak semua komponen untuk terus mengawasi proses peradilan yang ada ke depan untuk memastikan pengadilan berjalan cepat, objektif, adil dan terjauhkan dari putusan terhadap kasus Ahok yang mengecewakan umat.
 
” Kita tetap kawal kasus ini sampai tuntas, hari ini adalah langkah awal untuk tujuan utama kita penjarakan Ahok,” tegasnya
 
Senada dengan yang di ungkapkan salah satu Inisiator Gerakan Umat Islam Sumsel,  M Khalifah Alam sebagai inisiator, dirinya tetap akan mengawal kasus ini dan  jangan terlalu gembira, karena proses kasus tersebut masih panjang.
 
” Alhamdulillah namun tetap kawal dan waspada karena fokus publik sedang dialihkan ke pengadilan, kita hargai itu dan kemungkinan aksi akan ditunda sampai ahok benar-benar masuk penjara” jelasnya
 
Ditanyakan masalah kelanjutan Aksi Bela Islam Jilid III, Khalifa Alam menyatakan tetap bersiap meskipun Ahok sudah  menjadi tersangka.
 
“Kita tetap bersiap, namun Tetap nunggu instruksi dari Pusat,” Singkatnya. (juniara)

RelatedPost