PALEMBANG—- Program Indonesia mengajar  untuk  anak-anak di daerah terpencil, terluar dan terjauh yang  diusung oleh pemerintah pusat sejak lima tahun lalu mendapat  dukungan penuh dari Dinas pendidikan Sumatera Selatan dan respon positif dari masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo mengatakan bahwa ini sebenernya ini  komplemen program sekolah  gratis yang terintgritas ke daerah.  “Kita nggak bisa berjalan kalau gurunya nggak ada, jadi dengan adanya program ini ada relawan yang sukarela membantu daerah terpencil. Jadi  mereka  bisa merasakan ini kita dan terlayani,” ungkapnya.

Widodo juga berharap agar kabupaten/kota  menjadikan program daerah masing-masing dengan menggerakkan anak-anak muda untuk menjadi sukarelawan membangun dan memajukan pendidikan di daerahnya sendiri.

“Pemerintah kabupaten/kota tidak harus menyiapkan dana yang besar untuk program ini, cukup untuk mereka agar bisa survive saja,” ujarnya.

Untuk tenaga pendidik, Widodo mengatakan provinsi Sumsel dari sisi jumlah tidak mengalami. “ Hanya saja pemerataan guru belum terlaksana dengan baik, untuk  itu saaat ini sedang kita usahakan agar tidak ada ada perbedaan mencolok antara sekolah di desa dan di kota,” harapnya.

Ditambahkannya, program ini di Sumsel  baru terlaksana di dua kabupaten yaitu kabupaten Muara Enim dan Musi Banyuasin. “Kita harapkan nantinya ini bisa menjadi program di setiap daerah,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost