PALEMBANG – Pengumuman kelulusan jenjang sekolah SMA/MA/MK akan diumumkan pada pukul 19:00, namun para siswa sudah melakukan aksi coret-coret dan konvoi sebagai tanda kelulusan mereka.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Widodo mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan tindakan siswa seperti ini dengan melakukan aksi coret baju. Ia juga berharap bila baju yang dipakai untuk aksi coret adalah baju yang tidak dipakai lagi.

WhatsApp Image 2017-05-02 at 17.24.55

(sumber foto: laskarwongkito.com)

“Saya tentu prihatin siswa masih lakukan aksi coret seperti ini, namun mudah-mudahan saya harap yang dicoret itu baju terjelek yang mereka miliki. Sedangkan baju seragam sekolah yang masih layak pakai bisa disumbangkan kepada adik-adik kita yang saat ini kurang beruntung belum bisa beli baju seragam sekolah,” ungkap Widodo, Selasa (02/05).

Lanjutnya, kepada kepala sekolah atau guru, orang tua, dan masyarakat saya mengajak agar bahu membahu menjaga anak-anak kita, menyadarkan mereka untuk peka, serta tumbuh kesetia kawanan sosial dimana saat sulit seperti sekarang ini kita harus tepo-seliro terhadap sesama.

“Jadi saya berharap kepada orang tua, kepala sekolah serta masyarakat untuk saling menyadarkan mereka (siswa) agar tumbuh rasa kesetia kawanan sosia,” terangnya.

Sementara itu salah satu siswa SMK yang ada di Palembang jurusan akuntansi, Putri Lestari mengatakan, makna kelulusan baginya bebas dari mata pelajaran, tidak ada beban dalam mengejarkan tugas.

“Kami pasti lulus semua kak. Jadi kami maknai kelulusan tidak ada beban dalam belajar dan membuat tugas,” akunya sambil ketawa sama temannya di taman Kambang Iwak (KI) Park.

Menurutnya, aksi coret-coret merupakan sebuah tradisi yang sudah harus dilakukan setiap kelulusan. Walaupun mereka belum mengetahui hasil kelulusan.

“Coret-coret sudah tradisi kak. Kalau tidak coret tidak asyik,” ungkapnya. (Juniara)

Artikel Terkait