Merebaknya rumor akan dipindahkannya venue babak final Piala Presiden dari Jakarta ke Bali mendapat respon dari pemain dan pelatih Sriwijaya FC. Secara umum, Titus Bonai dkk tidak mempermasalahan pemindahan tersebut dan enggan berkomentar lebih banyak sebelum babak semifinal selesai.

“Fokus kita masih di leg kedua, terlalu dini bicara soal final. Namun jika harus memberikan pendapat, untuk pemain SFC tidak ada masalah di balik pemindahan itu. Memang jika bermain di Jakarta maka suporter kami akan lebih banyak karena jarak yang lebih dekat dari Palembang bila dibandingkan ke Bali,” jelas kapten laskar wong kito, Titus Bonai.

Namun pihaknya sendiri menyatakan siap bermain dimanapun dan memberikan yang terbaik untuk para suporter setianya serta masyarakat Sumsel. “Kita tim yang tidak pernah protes terhadap aturan yang dikeluarkan oleh penyelenggara, fokus kami hanya bermain. Namun memang jangan sampai ada perubahan yang terkesan mendadak atau dipaksakan,” ungkap Tibo.

Sementara itu, pelatih SFC Beny Dollo menyatakan pihaknya masih menunggu konfirmasi resmi terkait venue final nanti. “Karena katanya tetap akan ada laga perebutan 3-4 selain partai final itu sendiri, jadi kami mesti bersiap dan menyusun program bersama jajaran manajemen tim lainnya,” ujar Bendol.

Menurutnya, jika tetap dimainkan di Jakarta maka dirinya akan segera memboyong seluruh pemainnya usai pertandingan leg kedua nanti. “Kami akan segera bergeser dan melakukan persiapan di Jakarta, namun harus cepat juga diumumkan sebab lapangan tidak terlalu banyak dan harus secepatnya disewa untuk latihan,” ujar eks pelatih timnas senior ini.

Sementara jika dipindahkan ke stadion Dipta Gianyar Bali, maka Bendol menegaskan bahwa pihaknya akan tetap bertahan di Solo terlebih dulu dan terus menggelar TC hingga babak final. “Harus diakui bahwa Bali punya daya tarik wisata yang luar biasa, bisa-bisa pemain tidak fokus nantinya. Namun selain itu, akses untuk berlatih juga kita belum tahu apakah mudah didapatkan atau tidak, jadi untuk lebih aman kami akan tetap di Solo yang punya fasilitas lebih lengkap dan sesuai ketentuan panitia pada H-2 baru akan menuju Denpasar,” bebernya.