Nama Jerry Elly menjadi sorotan publik sepakbola nasional usai laga Sriwijaya FC melawan Bonek FC di leg kedua babak 8 besar Piala Presiden 2015. Pasalnya, wasit asal Bogor ini diprotes keras oleh tim tamu dan akhirnya berujung aksi walk out dari Bonek FC.

Namun sebelum pertandingan dimulai, skuad laskar wong kito juga sempat memiliki kekhawatiran dan keraguan terhadap kemampuan Jerry Elly di lapangan hijau. Bahkan, di kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2013-2014, SFC yang saat itu dilatih oleh Subangkit pernah melakukan protes resmi ke PT Liga Indonesia dan PSSI karena ketidakpuasaan terhadap kepemimpinannya.

Hal tersebut terjadi usai laga Sriwijaya FC melawan Barito Putera yang digelar di stadion Demang Lehman, Minggu (1/6/2014). Dalam laga yang berakhir tanpa gol tersebut, Jerry dianggap melakukan standar ganda dan merugikan Asri Akbar dkk.

“Ongfiang dianggap menyikut saat akan melindungi bola, padahal saat itu penguasaan bola oleh SFC. Sementara wasit tidak mengeluarkan kartu atau peringatan sekalipun saat Lancine Kone dilanggar oleh Joko Ribowo, kipper Barito Putera,” ujar dokter tim SFC, Viktor Andryanto ketika itu.

Akibat sikutan oleh kiper Laskar Antasari tersebut, Kone sendiri harus bermain dengan 6 jahitan sejak menit 37 babak pertama. “Lukanya cukup dalam dan diakibatkan oleh sikutan pemain lawan, tim medis di stadion sendiri langsung memberikan pertolongan pertama saat jeda babak pertama,” ungkap dr Viktor, dokter tim SFC yang turut hadir di Martapura.

Dijelaskannya, saat jeda babak pertama tersebut Kone mendapat 6 jahitan awal agar lukanya terlindungi. “Ada 6 jahitan, yakni 3 di bagian bibir bagian dalam serta 3 di bagian bibir luar. Namun karena tidak rapi maka lepas di babak kedua,” jelasnya.

Usai pertandingan, pemain asal Pantai Gading tersebut sendiri langsung dilarikan ke RS Banjar Baru untuk mendapat perawatan lanjutan. Usai laga tersebut, manajemen Sriwijaya FC akhirnya resmi mengirimkan surat ke PT Liga Indonesia yang isinya mempertanyakan hal tersebut. Apalagi ketika itu, publik sepakbola di tanah air baru saja mengalami kabar duka pasca meninggalnya pemain Persiraja Banda Aceh, Akli Fairuz usai mengalami benturan di sebuah pertandingan.

Manajer SFC, Robert Heri sendiri mengaku bahwa pihaknya selama ini sangat menghormati keputusan wasit di lapangan. “Tidak ada ceritanya pergantian wasit di lapangan, keputusannya pun mutlak. Sekalipun ada kejadian di lapangan, namun SFC selama ini selalu menghormati pertandingan itu sendiri. Apapun hasil usai 90 menit harus kita terima, tapi kami pastikan pemain kami harus berjuang terlebih dulu,” ujarnya singkat.