PALEMBANG — Dinas Pendidikan Sumsel bersama pihak terkait melepas pendistribusian sebanyak 1.180 koli soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA ke 17 kabupaten/kota.

Kepala Dinas Pendidikan provinsi Sumsel, Widodo mengatakan, untuk memperlancar proses pendistribusian dan antisipasi adanya gangguan, pihaknya menggandeng kepolisian untuk melakukan pengawalan saat  proses pengiriman soal.  Satu bis pengantar soal akan dikawal tiga personel kepolisian sampai ke kabupaten/kota tujuan.

Soal dikirim sesuai rute dan masih menggunakan 7 jalur pengiriman, rute 1 OKI, OI. Rute 2 OKU, OKUT, OKUS, rute 3 meliputi Prabumulih dan PALI. Di rute 4 ada Muaraenim, Lahat, Pagaralam.

Selanjutnya rute 5, meliputi Banyuasin, Muba, Lubuklinggau. Rute 6, Mura, Empat Lawang, Muratara. Serta rute 7, Palembang dan tahun ini tidak ada daerah yang menjadi prioritas pengiriman, karena waktu dinilai cukup.

Menurut Widodo, jumlah soal yang diditribusikan tahun ini mengalami penurunan. Karena sebagian pelaksanan ujian sudah beralih ke sistem komputerisasi dan hanya tinggal beberapa sekolah yang masih melaksanakan secara tertulis dan menggunakan kertas ujian.

“Untuk sekolah yang melalsanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di jenjang SMA/MA ada 56 persen, sedangkan SMK sudah 90 persen,” ujarnya, Kamis (30/03)

Adapun pelaksanaan Ujian Nasional, Widodo mengatakan untuk tingkat SMA akan digelar 11-13 April, sedangkan tingkat SMK digelar 3-6 April.

Pelaksanaan UN SMA dan SMK tidak bersamaan, karena lebih pada kesiapan fasilitas, di mana siswa SMA bisa meminjam komputer SMK dengan pelaksanaan sudah lebih dulu.

“Tahun ini ada 89.655 siswa SMA/MA/SMK yang akan mengikuti Ujian Nasional, baik itu UNBK atau UNPK. Kita harap siswa atau pun pihak sekolah mengedepankan kejujuran dan tidak melakukan kecurangan,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait