PALEMBANG — Satu bulan menjelang Ramadhan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok dipasaran masih terbilang stabil dan terkendali.

Hal ini diungkapkan Inspektur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Srie Agustina. Menurutnya, berdasarkan hasil pantauan di pasar Soak Bato dan pasar KM 5 harga sembako yang dijual seperti cabai, minyak goreng, daging ayam dan telur masih dalam tahap wajar dan belum mengalami kenaikan.

Ia menyebutkan, harga daging sapi saat ini belum bergerak naik yakni masih di kisaran Rp120 ribu per kg untuk jenis ass dalam. Untuk cabai merah justru bergerak turun dari Rp30.000/kg menjadi Rp28.000/kg.

“Seharusnya cabai merah sudah bisa Rp25.000/kg karena ada juga pedagang yang menjual dengan harga itu. Tapi dengan harga Rp28.000/kg ini sebenarnya masih normal dan masuk hitungan Kemendag yang mematok harga acuan Rp27.500/kg,” urai Srie, Kamis (13/04).

Untuk harga gula yang harga eceran tertinggi ditetapkan Kemendag yakni Rp13.500 dari seharusnya Rp12.500/kg.

“Gula masih di harga Rp13.500 per kg karena pedagang eceran juga membeli dengan harga tinggi dari agen. Saya rasa tak berapa lama lagi bakal turun karena stok cukup sekali, bahkan untuk tiga bulan ke depan,” tambahnya.

Ia menghimbau agar masyarakat dapat bijaksana dalam berbelanja menjelang Ramadhan ini yang kerap menjadi pemicu kenaikan harga sembako.

“Beli saja sesuai kebutuhan, karena stok banyak. Tidak bakal kehabisan. Jika masyarakat menerapkan cara ini maka harga di pasar tetap akan terkendali,” ujarnya.

Untuk menjaga keseimbangan dan kewajaran harga ini, Kemendag telah bekerja sama dengan Bulog untuk penyuplai pedagang di pasar.

“Bulog bersedia menyuplai pedagang sembako, bahkan siap mengantarkan langsung ke pasar. Jika stok kurang, pedagang juga dapat langsung menelpon bulog minta diantarkan barang, bayarnya pun bisa ditunda,” katanya.

Dari Bulog Sumsel-Babel menginformasikan stok gula saat ini mencukupi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan yakni dari total 1.000 ton kebutuhan gula di Sumsel dan Bangka Belitung telah tersedia 4.000 ton. Kota Palembang dan sekitarnya juga ditopang oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang memiliki stok gula sekitar 400 ton di gudangnya. (juniara)

Artikel Terkait