Tidak hanya menyiapkan persiapkan strategi di lapangan, manajemen Sriwijaya FC juga memperhatikan faktor non teknis jelang laga perdana NBQ League 2015 melawan Pelita Bandung Raya, Sabtu (4/4) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Seperti musim sebelumnya, manajemen PT SOM bersama perwakilan pemain laskar wong kito juga menyempatkan diri mengunjungi Panti Asuhan guna berbagi bersama anak yatim piatu.

Dipimpin oleh asisten manajer Muchendi Marzareki, rombongan SFC kali ini mendatangi Panti Asuhan Baiturahman Rantau Kasih di kawasan Rimba Kemuning, Jumat (3/4) siang guna berdoa bersama sekaligus memberikan bantuan sembako. “Kegiatan ini memang sering kita lakukan sebelumnya, karena bagaimanapun SFC adalah milik seluruh masyarakat Sumsel dan kami juga punya kewajiban untuk menyisihkan sebagian rezeki yang dimiliki untuk sesama,” ungkap Muchendi yang saat ini juga menjabat anggota DPRD Sumsel ini.

Menurutnya, kedepan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan selama pelaksanaan kompetisi berjalan. “Kami juga berharap doa dan dukungannya, semoga di pertandingan nanti pemain kita tidak ada yang mengalami cedera kemudian tim juga diberikan kemenangan. Nanti di setiap pertandingan kandang SFC juga akan secara bergilir kami ajak perwakilan dari anak-anak panti asuhan,” ujarnya.

Sementara, perwakilan panti asuhan Irham mengaku sangat senang dengan kedatangan punggawa SFC ke tempat mereka. Apalagi menurutnya, hampir seluruh anak asuhnya menyukai SFC dan beberapa kali menonton langsung di GSJ. “Tidak hanya laki-laki, disinipun ada anak asuh kami yang perempuan sangat suka dengan sepakbola dan SFC, rasanya jika ada kesempatan ingin kami masukkan untuk berlatih,” ungkapnya.

Turut serta dalam kegiatan ini sekretaris tim Ahmad Haris dan official SFC Andi Boby. Sementara Dian Agus, Fahrudin serta duo Mali yakni Abduolaiye Maiga dan Morimkan Koita mewakili pemain SFC.

Artikel Terkait