Konsentrasi penuh ditunjukkan oleh skuad Sriwijaya FC jelang laga babak 8 besar turnamen Piala Presiden 2018 melawan Arema FC, Minggu (4/2) malam di stadion Manahan Solo. Meski lebih banyak diunggulkan dibandingkan lawan, namun pelatih laskar wong kito Rahmad Darmawan menegaskan pertandingan nanti tidak akan mudah bagi pihaknya dan akan berlangsung dengan sengit.

“Saya katakan ke seluruh tim bahwa lawan kita di 8 besar ini sangat berat. Arema tidak hanya menjadi juara grup saat penyisihan grup di Malang, namun juga menyingkirkan Bhayangkara FC, juara Liga Indonesia musim lalu jadi kualitasnya tidak bisa dianggap remeh,” ujarnya saat dihubungi Sabtu (3/2) sore.

Namun eks pelatih timnas Indonesia ini menyebut tahu persis karakter Singo Edan yang juga pernah dilatihnya di musim 2013 lalu. Persiapan pun diakuinya sudah jauh lebih fokus dan berbeda bila dibandingkan dengan penyisihan lalu.

“Sekarang fokus sudah spesifik ke 1 tim saja yakni Arema. Pertandingan nanti tidak akan mudah, kedua tim punya peluang yang sama begitu juga motivasinya. Namun saya selalu tegaskan kami perlu bekerja ekstra jika ingin mengalahkan Arema,” tegasnya.

RD pun menambahkan bahwa nantinya dirinya hanya menginginkan Hamka Hamzah dkk bermain sesuai dengan organisasi strategi yang sudah disiapkan sebelumnya.

Sementara itu, pelatih Arema FC Joko Susilo menyebut secara teknis anak asuhnya sudah siap menghadapi laga penutup babak 8 besar ini. Legenda Arema ini juga menolak dan enggan terbelenggu mitos seputar laga ini.

Sebelumnya, Arema diragukan untuk bisa lolos dari fase 8 besar ini dikarenakan selama 2 perhelatan Piala Presiden sebelumnya belum ada tim yang mampu mempertahankan gelarnya berturut-turut.

“Musim lalu kami juga disebut tidak akan menang dari SFC di Solo karena sebelumnya selalu kalah, tapi kami bisa membuktikannya dan bahkan menjadi juara,” ungkapnya.

Getuk sendiri menyebut cara untuk meredam kekuatan SFC nantinya adalah dengan menyiapkan taktik zona marking dan tidak terpancing permainan satu lawan satu di lapangan. “Melawan SFC yang lebih diunggulkan tentu kami harus menyiapkan team Work dan itu paling utama. Tidak boleh memaksakan pemain berduel satu lawan satu, saya inginkan pemain Arema selalu unggul jumlah pemain baik saat bertahan maupun menyerang,” bebernya.

Artikel Terkait