Jelang laga melawan Sriwijaya FC, Sabtu (7/4) sore di stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, pelatih Madura United keluhkan cuaca panas. Pelatih asal Bosnia ini menyebut laga akan sangat sulit bagi kedua tim karena dimainkan pada sore hari.

“Saya pikir cukup susah bermain di bawah cuaca yang sangat panas. Ini sangat tidak manusiawi, seharusnya ada keringanan dan laga dimainkan malam hari, pertandingan pasti akan jauh lebih berkualitas,” ujarnya saat sesi pre post match, Jumat (6/4) sore.

Hal ini juga sempat menjadi perhatian khusus dari pelatih SFC, Rahmad Darmawan sehingga eks pelatih timnas Indonesia ini sampai menggelar sesi latihan khusus di Palembang yang bertujuan untuk proses adaptasi bagi Alberto Goncalves dkk.

“Cuaca memang panas, tapi lawan juga mengalami hal yang sama. Saya sudah tekankan agar pemain hanya fokus ke pertandingan dan beberapa skenario yang mungkin nanti terjadi sudah kami antisipasi,” jelasnya.

RD pun menyebut tidak akan memberikan perhatian khusus bagi Zah Rahan, mantan anak didiknya yang kini jadi motor serangan MU. “Saya memang cukup lama dengan Zah Rahan, 4 gelar yang sudah saya raih di periode pertama dulu juga semuanya bersama dia. Cukup sulit untuk mematikannya, tapi susah juga jika hanya fokus ke dia, matikan Zah maka masih ada Greg, matikan keduanya muncul Bayu Gatra atau Slamet Nurcahyo, jadi lebih baik kita nanti bermain dengan kolektif,” pungkasnya.

Artikel Terkait