PALEMBANG — Menjelang mudik lebaran, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meminta kepada semua pihak, baik Dishub maupun dari TNI/Polri serta Dinas-dinas terkait agar meningkatkan rasa aman dan keamanan, untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam perjalanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H yang dimulai H-10 yakni 15 juni hingga 11juli 2017.

Hal tersebut diungkapkan Alex kepada media usai meminpin Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2017 di Terminal Alang-alang Lebar Km 12 Palembang, Kamis (14/6). Ia mengatakan sehubungan dengan Hari Raya Idul Fitri 1438 H, diharapkan seluruh petugas baik itu Dinas Perhubungan, angkutan udara, laut dan lainya supaya ini betul-betul dapat melaksanakan tugas serta berjalan lancar, aman dan nyaman.

“Petugas dilapangan harus melaksanakan tugasnya dengan baik, mulai di terminal, pasar dan jalur padat, para petugas harus turun langsung di tempat-tempat titik rawan macet sehingga dapat mengurangi kemacetan panjang,” ujarnya

Pemprov Sumsel sudah menyiapkan mobil derek dan alat-alat berat dalam mengantisipasi macet, longsor dan lainnya yang telah ditempatkan telah menempatkan mobil derek di kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir.

“Alat-alat berat dan derek itu nanti akan kita tempatkan di daerah-daerah yang rawan macet dan longsor,” urainya.

Dijelaskanya, untuk mengantisipasi itu semua diperlukan koordinasi dengan instansi terkait untuk lebih meningkatkan lagi serta didukung adanya posko-posko terpadu yang telah disiapkan baik di tingkat Pusat, Provinsi maupun di Kabupaten/Kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) Provinsi Sumsel, Nasrun Umar mengatakan, dalam melaksanakan tugas selama menjelang dan sesudah lebaran pihaknya akan fokus terhadap penghambat jalan raya ini yaitu hambatan rawan kecelakaan dan hambatan rawan bencana alam.
“Untuk rawan kecelakaan kita sudah tempatkan untuk mengantisipasinya dan kita juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel untuk menyiagakan puskesmas-puskesmas agar bersiaga 24 jam pada lintasan arus Lebaran seperti di daerah Muara Enim, Lahat dan lintasan lainnya sampai ke daerah Baturaja dan itu sudah ada pemetaanya dan sudah disampaikan sebelumnya.

“Lalu untuk darah rawan bencana tersebut sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar menyediakan dan menyiapkan alat beratnya pada titik rawan yang sudah disepakati, yaitu di berbagai tempat seperti arah Kabupaten Musi Rawas, antara Lahat dan Muaraenim dan beberapa wilayah lainnya, yang rawan longsor” tutup Nasrun. (Juniara)

Artikel Terkait