PALEMBANG — Menjelang dua bulan terakhir tahun 2016, Pendapatan Asli Daerah (PAD) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) belum mencapai 50 persen. Namun, untuk mencapai hasil sesuai target, Dinas Pendapatan Daerah ,(Dispenda) Sumsel akan memacu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sumsel agar capai PAD tahun 2016 tercapai.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sumsel, Marwan Fansuri. Menurutnya, pihaknya telah kita evaluasi SKP dan BUMD yang ada di provinsi Sumsel untuk percepatan target merekan “Karena ada yang sudah mencapai seribu persen, ada yg 80 persen, ada juga yang masih dibawah target, nah ini kita pacu mereka,” ujarnya, Rabu (12/10).

Marwan juga mengatakan, masih banyak SKPD dan BUMD yang dibawah target. “Yang masih dibwah target banyak, campur. Ada yang dari SKPD dan ada juga dari BUMD. Seperti Hotel Swarna Dwipa, target 1 miliar tapi baru masuk Rp250 juta,” ungkapnya.

Untuk penerimaan PAD Samsat, Marwan mengungkapkan sudah mencapai 1 triliun lebih. “PAD Samsat dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama (BBN) sudah mencapai Rp 1,7 triliun. Target untuk Samsat sendiri Rp 2 triliun lebih,” jelasnya.

Dikatakan Marwan, untuk perusahaan baru, pihaknya tidak terlalu memaksakan. “Seperi Prodexim, itukan perusahaan baru berdiri, targetnya Rp 50 juta. Namun kita tidak terlalu memaksakannya,” jelasnya.

Hingga kini, lanjutnya, target PAD Sumsel secara keseluruhan belum mencapai 50 persen. “Belum sampai 50 persen, namun masih bersisa 2 bulan 3 minggu lagi, akan terus kita kejar,” tutupnya. (juniara)

Related Post