PALEMBANG — Jelang berakhirnya putaran pertama kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, manajemen Sriwijaya FC mulai menyiapkan ancang-ancang untuk melakukan evaluasi tim. Meski belum disampaikan secara resmi, namun manajemen mengisyaratkan kemungkinan untuk melakukan perombakan tim dengan mencoret atau menambah pemain tetap terbuka lebar.

Hal ini diungkapkan Manajer SFC,  Nasrun Umar Senin (22/8) dan bertujuan untuk membuat SFC lebih kuat dan garang di putaran kedua nanti. “Tim pelatih dan manajemen sedang membahas hal ini, bisa saja ada pemain yang dilepas, namun tentu kami harus mencari penggantinya dan sekarang cukup sulit mendapatkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan SFC,” jelas Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel ini. Menurutnya, seluruh pemain yang ada saat ini mulai dari lini belakang, tengah dan depan akan dinilai secara menyeluruh.

Sementara itu, Sekretaris Tim SFC , Achmad Haris menambahkan bahwa pihaknya memang sudah membahas soal perombakan ini guna menyongsong putaran kedua yang akan dimulai awal September mendatang. Apalagi SFC masih memiliki jatah kuota pemain dari total 30 pemain yang diperbolehkan didaftarkan di kompetisi TSC 2016.

Evaluasi sendiri menurutnya akan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, mulai dari kontribusi untuk tim hingga  pembinaan kedepan. “Yang pasti kalaupun ada pencoretan atau penambahan pemain, tentu bertujuan untuk meningkatkan performa tim. Selain itu juga sudah sesuai dengan kepentingan strategi di lapangan,” tambahnya.

Namun dirinya tidak menampik bahwa pihaknya akan memberikan porsi khusus bagi pemain muda yang tergabung di PON Sumsel nantinya. “Minimal akan ada 2 pemain dari tim PON Sumsel yang akan kita promosikan, namun bisa saja lebih dari itu karena setiap tim boleh mendaftarkan 5 pemain muda di tim senior ini,” tambahnya.

Keputusan mengambil pemain muda PON Sumsel, menyusul kesuksesan beberapa pemain PON Sumsel yang lebih dulu sukses bermain di SFC senior mulai dari Teja Paku Alam,  Hapit Ibrahim,  Ichsan Kurniawan,  Zalnando,  Yogi Novrian dan Rizsky Dwi Ramadhana. (dedi)

RelatedPost