Laskarwongkito.com — Sebagai kota tertua di tanah air dan juga masuk ke dalam sepuluh kota tertua di dunia, Palembang tentu saja mengalami pasang surut sejarah. Salah satunya tentang pemberian nama kota itu sendiri.

Nama Kota Palembang yang kita kenal sekarang, tampaknya telah beberapa kali mengalami perubahan nama sepanjang sejarahnya. Waktu ia menjadi ibukota San-Fo-Tsi (sebutan lain untuk Sriwijaya Lanjutan), maka kota Palembang masih bernama SwarnaBhumi yaitu sama dengan nama negaranya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Yin-Yai-Sheng-Lan karya Ma-Huan. Antara kata Swarnabhumi dan Palembang terdapat pengertian yang mengandung identitas yang sama yaitu emas.

hqdefault

(sumber foto: i.ytimg.com)

Swarnabhumi berarti bumi emas, sedangkan Palembang menurut cerita rakyat berasal dari kata pelimbangan emas, yaitu tempat menyaring dan mencuci emas dari bumi (pasir).

Dengan adanya pertautan pengertian antara Swarnabhumi dengan Palembang maka cerita rakyat tentang asal nama Palembang tampak ada juga benarnya. Nah, di bawah ini ada beberapa nama kota Palembang yang pernah tercatat di dalam sejarah. Disimak ya Guys..

1. Mukha Upang

Menurut prasasti Kedukan Bukit hal ini terjadi dalam periode Sriwijaya pemula (Shih-Li-Fo-Shih) ditahun 605 saka atau 683 M. Pada saat itu kedudukannya adalah sebagai negara lokal yang berada di bawah Sriwijaya pemula yang berpusat di Minanga – Komering Ulu.

2. Swarnabhumi

Menjadi ibukota San-Fo-Tsi I (Swarnabhumi = Sriwijaya Lanjutan I). Kedudukan ini dipegangnya mulai tahun 860 M sampai tahun ± 1097 M, dengan penguasa berwangsa Sailendra. Masa-masa ini merupakan masa kejayaan kerajaan Sriwijaya.

3. Po-Lin-Fong

Sesudah ia menjadi salah satu negeri bawahan San-Fo-Tsi atau dengan kata lain sesudah San-Fo-Tsi pindah ibukota.

4. Palembang

Selain itu juga sebagai nama kerajaan seperti yang disampaikan oleh berita Cina dinasti Ming, sesudah pecahnya San-Fo-Tsi menjadi 3 bagian. Di tahun 1374 telah datang utusan Mahana Palembang (Ma-na-ha Pau-lin-pang) ke Tionghoa, sebagai salah satu kerajaan pecahan dari San-Fo-Tsi.

5. Chiu-Chiang (Ku-Kang) atau pelabuhan lama

Seperi yang dicatat dalam kroniknya Dinasti Ming sesudah ia ditundukkan oleh Jawa (1377). Pada masa ini Palembang banyak dihuni oleh kelompok-kelompok cina yang terusir dari Cina Selatan, yaitu dari wilayah Nan-hai, Chang-chou dan Changuan-chou. Palembang dikenal sebagai wilayah yang menjadi sarang bajak laut dari orang-orang Cina tersebut.

Nah, unik ya. Ternyata sejarah Palembang erat kaitannya dengan keberadaan negeri Tiongkok ini. Yuk kita terus belajar sejarah tentang kota kita tercinta ini. (red/dil)

Artikel Terkait