PALEMBANG —┬áKomitmen kuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam pencegahan dan pembrantasan narkotika di wilayah Provinsi Sumsel sudah tidak diragukan lagi. Pasalnya, seluruh jajaran instansi di lingkungan Pemprov Sumsel diharuskan mendukung dan mengambil peran aktif dalam mengatasi permasalahan ini.

Hal ini seiring dengan instruksi Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemprov Sumsel agar dapat menyusun program kerja yang berkaitan dengan pencegahan, pemberantasan, dan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN) bekerjasama dengan BNN Provinsi Sumsel.

Menurut Ishak Mekk, masalah narkoba tentunya semua sudah memahami, namun perlu dilakukan diskusi agar bagaimana bisa mengajak orang lain untuk menghindari pemakaian dan pengedaran narkoba mulai dari lingkungan keluarga, tempat bekerja dan masyarakat.

“Di lingkungan Pemerintah Provinsi sudah jelas jika ada pegawai yang terlibat narkoba akan kita tindak tegas, sanksi pemberhentian akan kita lakukan jika ada yang coba-coba terlibat narkoba,” ungkap Ishak Mekki saat membuka Workshop pemberdayaan masyarakat Anti Narkotika dilingkungan Provinsi Sumsel Tahun 2016 di Graha Bina Praja (Auditorium) Pemprov. Sumsel, Rabu (3/8).

Lebih lanjut Ishak Mekki mengatakan, berdasarkan data BNN, tidak satupun Kabupaten/Kota di Indonesia bebas dari narkoba, termasuk Provinsi Sumsel pada 2015 prevalensinya mencapai 1,74 persen yaitu pada angka 102.943 orang dengan rentang usia 10 sampai 59 tahun. (ril/humas pemprov sumsel)

RelatedPost