Saat menjamu Persela Lamongan, Sabtu (2/6) mendatang di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sriwijaya FC bukanlah salah satu tim yang diunggulkan. Pasalnya selain memiliki peringkat di klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 yang lebih baik, tim tamu juga punya keunggulain lainnya.
Saat ini, Laskar Joko Tinggir menjelma dari tim medioker dan berubah sebagai tim kuda hitam yang mengejutkan. Bahkan hingga pekan 11, skuad asuhan Aji Santoso ini mampu menempati posisi runner up di klasemen sementara dan baru 2 kali menelan kekalahan.
Tidak hanya itu, torehan 19 gol yang dicetaknya sejauh ini pun membuat Persela menjadi tim paling produktif mengungguli klub dengan nama besar lainnya. Padahal di awal musim tidak banyak pihak yang memprediksi Persela bisa melaju kencang sejauh ini, mengingat kekuatan finansial yang terbatas membuat Persela nyaris hanya mengandalkan mayoritas pemain muda.
Apalagi saat menjamu Persela nanti, SFC sudah pasti kehilangan 3 pemain pilar di setiap lini dan selama ini menjadi kekuatan tim kebanggaan masyarakat Sumsel. Striker Alberto Goncalves merupakan top skor sementara SFC dengan 4 gol dan selalu menjadi pilihan pertama di lini depan.
Sedangkan Teja Paku Alam mampu menghadirkan ketenangan di bawah mistar gawang. Tidak hanya itu, alumnus SFC U21 ini pun piawai dalam menepis tendangan adu penalti, sebanyak 2 dari 3 hukuman penalti ke gawangnya mampu dihalau sejauh ini.
Skuad SFC sendiri kembali berlatih, Selasa (29/5) malam guna persiapan menghadapi Persela dan mulai menyiapkan strategi baru pasca absennya pilar tersebut. “Persela tim bagus, mereka juga sangat meningkat performanya musim ini. Namun yang terpenting kami harus memperbaiki kelemahan di dalam tim sendiri terlebih dulu, tidak boleh terus unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang mencetak gol tetapi akhirnya tidak fokus lalu kalah seperti saat kontra PSMS ataupun Perseru kemarin,” ujar kepala pelatih SFC, Rahmad Darmawan saat dihubungi Selasa (29/5) malam.

Artikel Terkait