PALEMBANG — Adanya perubahan jadwal pertandingan Sriwijaya FC melawan Perseru Serui yang awalnya direncanakan digelar Senin (3/7) mendatang membuat laskar wong kito sempat ditawari sejumlah opsi oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 Indonesia 2017.

Salah satunya adalah menggelar lawatan tandang ke Serui terlebih dulu sebagai pengganti laga yang ditunda di Palembang. Namun opsi ini sendiri langsung ditolak oleh manajemen SFC dengan sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah jarak yang sangat mepet dan jauhnya perjalanan yang harus dilakukan oleh Teja Paku Alam dkk nanti.

“Memang ada opsi kita berbalik tandang lebih dulu ke Serui, namun itu pilihan yang sulit diambil mengingat waktunya sangat mepet. Belum lagi di tanggal tersebut masih puncak arus mudik lebaran,” ungkap sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Kamis (22/6) sore.

Namun berdasarkan komunikasi lisan yang sudah dijalin dengan pihak PT LIB, kemungkinan laga ini akan diundur di akhir putaran pertama nanti. Direncanakan laga ini akan digelar usai laga pamungkas putaran SFC yakni melawan Persipura (30/7) nanti. “Pilihan tersebut lebih direalistis dan menguntungkan semua pihak, namun keputusan resmi masih akan ditunggu dari PT LIB nantinya,” jelasnya.

Sementara itu, perubahan jadwal pertandingan ini memantik reaksi dari kelompok suporter SFC Singa Mania. “Seharusnya PT LIB sudah  paham mengenai kondisi di Indonesia, pelaksanaan pertandingan seminggu sesudah Lebaran apakah berimbas ke pengurusan perizinan,” keluh Ketua Umum Singa Mania, Ariyadi Eko saa dimintai komentarnya mengenai hal ini.

Selain itu, masih adanya tindakan yang tidak tegas terhadap sejumlah klub di Liga 1 Indonesia menurutnya dapat menimbulkan perspektif negatif. “Sebagai contoh, Perseru selama bulan Ramadhan menggelar 2 laga kandang di luar Serui. Parahnya lagi, laga tersebut dimainkan di kandang lawannya, ini sangat mencederai sportifitas. Dan saat verifikasi di awal kompetisi, seharusnya PT LIB sudah dapat memprediksi bila stadion Perseru tidak bisa dimainkan di malam hari, jadi hal ini bisa diantisipasi sejak dini,” bebernya. (dedi)

Artikel Terkait