PALEMBANG — Terpilihnya Dodi Reza Alex sebagai Bupati Musi Banyuasin berimbas ke susunan pimpinan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC. Pasalnya, UU 32/2004 Tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda) melarang kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk turut serta dalam suatu perusahaan, baik milik swasta maupun milik negara/daerah, atau dalam yayasan bidang apapun.

Hal ini disampaikan oleh sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid saat dihubungi Selasa (4/7) sore. Menurutnya, sebelum dilantik menjadi Bupati Muba (22/7) lalu, DRA memang sudah mengajukan pengunduran diri dari jabatan direktur utama yang disandangnya selama ini. “Beliau adalah sosok yang sangat mengerti dan paham mengenai hukum, karena itu sebelum dilantik tepatnya 18 Mei lalu sudah mengajukan surat pengunduran diri secara resmi dari jabatan direktur utama tersebut,” jelasnya.

Namun meskipun sudah mundur dari jabatan tersebut, namun DRA tetap dipastikan akan menjadi Presiden SFC dan terus bertanggung jawab terhadap tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini. “Kecintaan beliau terhadap SFC tidak perlu diragukan lagi, namun sesuai turan tersebut memang harus mundur dari dirut dan saat rapat seluruh jajaran manajemen PT SOM pada tanggal 29 Mei lalu juga sudah diputuskan penggantinya,” bebernya.

Dalam rapat tersebut, seluruh jajaran manajemen PT SOM menerima surat pengunduran DRA sekaligus perubahan susunan direksi PT SOM. Di susunan kepengurusan yang baru, posisi Direktur Utama kini diisi oleh IGB Surya Negara dan dibantu 4 direktur lainnya yakni Augie Bunyamin, Yuliar, Nirmala Dewi dan Muchendi Marzareki.

“Perubahan hanya di struktur direktur dan dirut, posisi Komisaris Perusahaan juga masih dipegang oleh bapak Muddai Madang,” tambahnya. Diakuinya, PT SOM selaku pengelola SFC saat ini dalam jangka pendek tengah menuntaskan proses verifikasi lisensi yang dilakukan oleh AFC. Lima aspek itu adalah legalitas, finansial, personel dan administrasi, infrastruktur, serta sporting (pembinaan usia muda).

“Kita sendiri optimis dapat menyelesaikan proses lisensi ini karena semua aspek sudah kita penuhi. Sebagai contoh stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang telah memenuhi standar internasional dan terus kita tingkatkan fasilitas penunjangnya,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost