PALEMBANG — Isu sara yang berkembang saat ini, berpotensi menimbulkan polemik serta kekhawatirkan tersendiri, juga bisa berkembang menjadi konflik yang menimbulkan tindakan anarkis.

Terkait hal itu, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) mengadakan silaturahmi tokoh Sumatera Selatan (Sumsel) di Hotel Horizon Ultima Palembang, Senin (21/11). Agar tindakan anarkis yang  akan menimbulkan kerusakan sendi-sendi kehidupan dan ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa dicegah jika masyarakat bersatu dan saling mengerti.

Dikatakan Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin, pertemuan ini untuk bersilaturahmi dengan tujuan update informasi terkait situasi keamanan, ketertiban, ketentraman serta kerukunan dan keharmonisan antara agama ras suku dan etnis di wilayah Sumsel.

“Untuk membangun bangsa yang saling menghargai satu sama lain terhadap perbedaan, maka sangat dibutuhkan kolektivitas integritas dan profesionalitas yang didasarkan pada pluralisme,” urai Alex Noerdin.

Lanjutnya, pertemuan dan diskusi seperti ini sangat efektif dalam menyelesaikan suatu permasalahan dan solusi yang konstruktif. Pertemuan ini juga sebagai momentum untuk menyatukan visi dan misi tokoh-tokoh yang ada di Sumsel.

“Forum pembauran kebangsaan menjadi fasilitator dan juga menjaga empat konsensus dasar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945,  Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Saya mengapresiasi FPK yang telah berinisiatif melakukan silaturahmi ini,” ucapnya.

Bila keanekaragaman terganggu maka akan berdampak pada instabilitas keamanan nasional dan menjadi perubahan kehidupan sosial ekonomi dalam masyarakat. (juniara)

RelatedPost