Laskarwongkito.com — Akhir-akhir ini sering kali terdengar isu pemberitaan tentang penculikan anak. Orang tua tentunya sangat khawatir mendengar berita ini, terlebih anak yang tidak mungkin selalu bisa diawasi oleh kesibukan orang tua bekerja.

culik-anak-32v9gw4duiejkmp2o4slje

(sumber foto: reskrimumpoldamalut.com)

Beberapa berita penculikan anak seperti penculikan yang menyamar sebagai orang gila, meski beritanya masih belum dipastikan ada atau tidaknya, bahkan menyebarnya akun khusus orang yang sindrom phedofil. Duh ngeri kan ya. Untuk itu kalian perlu tanamkan beberapa tips agar anak bisa menjaga diri mereka.

Yuk simak..

1. Tanamkan Kewaspadaan

Katakan kepada anak kalau dia tidak boleh langsung percaya pada orang yang baru dikenalnya. Katakan kepada mereka untuk tidak goyah meskipun dibujuk dengan mainan atau permen. Anda juga harus mengatakan kalau mereka tidak boleh percaya kepada orang yang tidak dikenal atau baru saja dikenalnya meskipun orang tersebut menyebutkan nama salah satu anggota keluarga yang dia kenal.

2. Memilih Pengasuh

Jika Anda sibuk dan tidak ada orang yang bisa dimintai tolong, Anda bisa memanfaatkan jasa pengasuh. Namun pastikan kalau Anda mencari tahu tentang dirinya dan latar belakangnya. Perhatikan juga cara bicara dan bahasa tubuhnya saat bicara dengan Anda.

3. Selalu Mengawasi Anak

Meskipun Anda telah menyewa jasa pengasuh yang akan menemani buah hati Anda, usahakan untuk selalu memiliki waktu luang untuk menemani dan memperhatikannya. Temanilah dia bermain, apalagi saat di luar rumah.

4. Jangan Memberikan Perhiasan Berlebihan

Jika anak sudah bersekolah, jangan pernah memberikan perhiasan yang berlebihan sehingga dapat mengundang perhatian penculik. Anak yang menggunakan perhiasan seperti itu akan diincar oleh para penculik karena mereka menganggap bahwa dia adalah orang yang kaya.

5. Jalin Komunikasi dengan Orang-Orang di Sekolahnya

Usahakan untuk selalu berkomunikasi dengan orang-orang di sekolah atau tempat penitipannya seperti pengasuh atau gurunya. Katakan pada mereka untuk mengawasi anak Anda saat jemputannya terlambat. Katakan juga pada mereka untuk tidak membiarkan anak pergi sebelum orang yang mereka kenal menjemputnya. Dengan begini, Anda akan merasa lebih tenang dan aman.

Artikel Terkait