PALEMBANG — Di tengah jadwal kerja yang padat dan kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ishak Mekki menyempatkan diri menghadiri  dzikir dan do’a bersama dalam rangkan 9 Tahun Pesantren Aulia Cendekia di Kampus Pesantren Aulia Cendekia Jalan Tanjung Api-Api Kel. Talang Jambe Kec. Sukarame Palembang, Rabu (10/8). IMG_0417

Menurut Ishak Mekki, kehadirannya ini sebagai bentuk kecintaannya terhadap anak-anak para santri pondok pesantren di Sumsel. Sejak menjabat Bupati OKI dulu, kata Ishak Mekki, dirinya selalu memberikan perhatian penuh terhadap pondok pesantre sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan di bidang keagamaan.

“Pembangunan dibidang keagamaan sudah menjadi komitmen sejak dulu, saat menjadi Bupati saya sempat mendirikan Ponpes dan Universitas Islam di Kabupaten OKI,” Ungkap Ishak Mekki dihadapan para santri dan Ibu pengajian Ponpes Aulia Cedekia.

Dalam kesempatan ini Ishak Mekki juga mengharapkan di usia ke-9 tahun ini Pondok Pesantren Aulia Cendikia kedepan semakin sukses dan dapat mendidik para siswa dan siswi yang berprestasi dan berguna bagi Nusa dan Bangsa, serta memberikan kontribusi besar bagi pendidikan yang ada di Provinsi Sumsel.

IMG_0414Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumsel sangat mengparesiasi  seluruh Ustadz dan Ustadzah yang mendidik dan membimbing siswa/siswi serta memberikan ilmu bermanfaat sehingga ilmu yang diberikan menjadi barokah dan menjadi generasi muda yang berguna bagi Nusa dan Bangsa serta mampu berkiprah diajang Nasional maupun Internasional.

“Selamat kepada Pondok Pesantren Aulia Cendikia, semoga kedepan semakin sukses dalam mendidik para siswa dan siswi yang berprestasi dengan memberikan kontribusi besar bagi pendidikan di Sumsel,” terangnya.

Sementara, Pimpinan Ponpes Aulia Cendekia Hendra Zainuddin mengatakan, Aulia Cendekia merupakan salah satu ponpes yang fokus terhadap hafalan Alquran bagi para santri. Sehingga, santriwan-santriwati baik yang mondok dan reguler (yang tidak mondok) wajib menghafal Alquran sampai tamat.

Menurutnya, santri yang mondok di pesantren diwajibkan hafal satu juz dalam satu bulan. Sementara untuk santri yang tidak mondok atau program umum, targetnya satu juz selama satu tahun.IMG_0421

“Yang tidak mondok selama mereka belajar di Aulia Cendekia wajib hafal minimal satu juz, untuk yang mondok kalau mereka (santri) tidak sampai tuntas menghafal Alquran, kami tak segan memberikan sangsi tegas,” ujarnya.

Hendra menambahkan, agar santrinya bisa hafal Alquran 30 juz, pihaknya menerapkan konsep yang sudah terbukti efektif untuk menyalin ribuan ayat Alquran pindah ke kepala santriwan-santriwati.

“Pesantren Aulia Cendekia memiliki metode fasilitator dan wali kelas. Mereka inilah yang menerapkan konsep kepada masih-masing anak asuhannya sehingga proses menghafal Alquran para santri terpantau per  individu,” terangnya.

IMG_0428Sementara, awal mula berdirinya Ponpes ini, Kata Hendra,  dibangun di atas tanah seluas 2.500 meter. Seiring dengan bertambah banyaknya santri, perluasan lahan dan penambahan gedung juga terus dijalankan.

Dipilihnya nama Aulia Cendekia ini karena ingin semua santri-santrinya menjadi kekasih Allah yang pintar, saleh, dan tegar dalam menjalankan hidup sehari-hari di masyarakat.

“Diharapkan melalui Ponpes Aulia Cendekia mampu menjawab tantangan masyarakat global melalui pendidikan menghafal serta mengkaji ulumul Alquran dan kitab kuning,” pungkasnya. (adv)

RelatedPost