Palembang- Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki membuka kegiatan literasi media sebagai upaya cegah dan tangkal radikalisme dan terorisme di masyarakat diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (19/4).

Kegiatan literasi media ini diikuti oleh unsur Pers, humas instansi pemerintah, BUMN, dan perguruan tinggi termasuk sejumlah organisasi yang concern dengan media sosial.

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Drs. Hamidi, Anggota Dewan Pers RI, Imam Wahyudi, serta Ketua FKPT, Uzirman Irwandi.

Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki mengungkapkan bahwA dirinya sangay menyambut baik kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi gejolak dan faham radikal yang akan timbul di Sumsel.

Menurutnya, sekarang ini isu-isu sarah bisa berkembang menjadi konflik termasuk isu agama, ras danlainnya. “Jadi jangan sampai ini terjadi, karena bukan berarti kita tidak ada isu radikal dan bisa saja suatu waktu akan muncul, untuk itu harus kita antisipasi sejak dini,” terangnya.

Lanjut Ishak Mekki, saat ini diwilayah Sumsel memang tidak ada radikalisme dan terorisme. Namun, harus terus di antisipasi seperti halnya tahun 2007 lalu sempat terjadi diwilayah Sumsel.

“Apa lagi daerah Sumsel ini menjadi daerah perlintasan dan transit sehingga perlu diwaspadai masuknya paham-paham yang berbeda,” ujarnya.

Ketua FKPT, Uzirman Irwandi mengatakan, tujuan kegiatan ini dilaksanakan untuk mendorong massa agar meningkatkan efektifitasnya sebagai salah satu pencegahan terorisme serta mendorong media massa menggali potensi kearifan lokal sebagai sarana pencegahan terorisme ke dalam pemberitaan.

Dijelaskannya, dalam literasi akan membahas banyak hal mulai dari urgensi etika Jurnalis, kode etik dan undang-undang Pers, pedoman prilaku penyiaran serta banyak hal lainnya, dilengkapi dialog audien secara terbuka dengan narasumber, mengenai berbagai hal yang menyangkut upaya pencegahan dini terhadap paham radikal.

”Untuk mencegah tersebarluasnya paham radikal terorisme ke masyarakat, literasi media merupakan salah satu langkah yang bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (rill)

Artikel Terkait