PALEMBANG —Pada tahun 2018 mendatang ditargetkan pedesaan terpencil di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tidak ada lagi yang belum teraliri listrik.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Ishak Mekki mengatakan tidak ada lagi daerah di Sumsel yang tidak teraliri listrik khususnya daerah pedesaan.

“Terutama di daerah pinggiran, perairan dan sebagian pedesaan memang masih belum teraliri listrik kita harapkan tahun depan semua sudah teraliri,”tuturnya saat ditemui di Griya Agung, Kamis (2/3).

Menurutnya, Saat ini rasio desa yang dialiri listrik di Sumsel baru mencapai 94,60% atau baru 3.085 desa berlistrik dari  3.261 desa yang ada. “Artinya masih ada 176 desa yang belum teraliri listrik dan masih menjadi PR bagi kita untuk menyelesaikan itu paling tidak tahun 2018 atau selambat-lambatnya di tahun 2019,” lanjutnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa keberadaan listrik mempunyai peranan penting dalam pembangunan perekonomian dan sosial. Dengan ketersediaan listrik yang mencukupi, andal serta dengan harga terjangkau merupakan komponen yang penting dalam menghasilkan barang dan jasa sehingga memiliki daya saing yang tinggi.

“Ketersediaan listrik dirumah tangga dan industri akan mengubah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa, bagaimana anak bangsa kita bisa cerdas, kalau anak kita belajar tanpa penerangan. Belum lagi di sektor ekonomi kalau tidak ada listrik bagaimana industri yang menopang perekonomian bisa berkembang,” tukasnya.

Oleh karena itu, Ishak berharap pemerintah selalu memberikan prioritas pertama pada pembangunan sektor ketenaga kelistrikan dalam rencana pembangunan nasional. Apalagi Pembangunan ketenaga kelistrikan di Provinsi Sumsel juga mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi,  ini terbukti dengan adanya partisipasi dalam APBD dan APBN.

“Untuk itu diharapkan PLN sebagai pelaku utama bidang ketenaga kelistrikan agar dapat meningkatkan mutu pelayanan dengan memaksimalkan penyaluran listrik di seluruh daerah di Sumsel,” tandasnya.(Juniara)

Artikel Terkait