Palembang- Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Ishak Mekki bersama Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani, menjadi narasumber dalam dialog interaktif  kegiatan komunikasi dan informasi Bonn Challenge, di Studio Sriwijaya Tv Jl. Angkatan 45, Rabu (29/03). 

Dialog interaktif mengangkat tema “Kemitraan Pengelolaan Lanskap Sumsel Dalam Rangka South Sumatera Green Growth” ini juga mendatangkan Tim Leader ACTMTY Giz Bioclime Pemerintahan Jerman Mr. Berthold Haesler yang juga sebagai narasumber. 

Untuk diketahui, diselenggarakannya Bonn Challenge untuk berkontribusi terhadap restorasi landskap hutan. Restorasi landskap hutan yang akan membangun tujuan ganda antara kepentingan sosial dan lingkungan, Mitigasi dan Perubahan Iklim. Sebagai informasi juga The Bonn Challenge atau tantangan Bonn Challenge adalah suatu inisiatif dan ide yang besar dari pemimpin-pemimpin dunia yang peduli perubahan iklim untuk melakukan restorasi lanskap hutan yang kritis. 

Ishak mengatakan, Dalam pengelolaan hutan dan lahan yang ada di provinsi Sumsel saat ini memang harus melibatkan semua elemen masyarakat, sebab dalam menanggulanginya tidak bisa hanya Pemerintah provinsi Sumsel (Pemprov Sumsel) saja. 

“Nah alhamdulillah berkat kerja keras Pemprov Sumsel kita bisa menyelenggarakan Bonn Chalenge, dimana 40 negara yang terlibat dalam Bonn Challenge dari belahan dunia akan datang ke Sumsel ini, untuk merestorasi lanskap hutan yang kritis,” tutur Ishak

Selain Bonn Chalenge, Ishak mengatakan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan saat ini Sumsel juga segera terima hibah sensor cuaca hasil dari kesepakatan ekonomi di Hawai lalu. Sensor cuaca merupakan alat yang bisa mendeteksi secara efektif mengenai cuaca dan juga memonitor dan mendeteksi titik api secara langsung. 

“Dengan adanya Bonn Challenge ini diharapkan masyarakat semua peduli akan lingkungan, sekarang program kita tidak hanya memadamkan api, tapi mencegah kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya

Lanjut Ishak menambahakan, upaya Pemprov Sumsel untuk menjadikan South Sumatera menjadi kawasan Green Growth terus dikebut, terbukti Pemprov Sumsel mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran lahan gambut dengan membentuk 152 desa peduli api, serta ribuan Pos penjagaan untuk memonitor api.

“ Harapan kedepannya masyarakat dapat melestarikan hutan, hutan yang sudah baik jangan lagi ada pembakaran, manfaatnya untuk kita semua,” tutupnya. (dedi)

Artikel Terkait