Laskarwongkito.com — Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini menepati janjinya untuk menjumpai kita lagi. Umat muslim seluruh dunia pun bersyukur atas kedatangannya. Oya, ngomongin soal puasa, tentu tak lepas dengan yang namanya waktu berbuka.
Karena, waktu berbuka puasa ini menjadi momen paling dinanti umat muslim di dunia. Namun, tahukah kamu, akibat perbedaan letak geografis dan kondisi alam, tak semua warga di dunia menjalani puasa dengan jumlah jam yang sama.
Di beberapa negara di luar Indonesia, waktu berpuasa bahkan dapat mencapai lebih dari 14 jam. Bagaimana dengan negara-negara lain? Berapa jam mereka harus berpuasa? Yuk simak negara-negara dengan waktu tercepat dan terlama berpuasa di berbagai belahan dunia.

Negara Tercepat

1. Chili

(sumber foto: ngebro.com)

Negara yang terletak di Amerika Selatan ini berpuasa selama 9 jam dan 12 menit dalam sehari. Di sini waktu imsak jatuh pada pukul 05.31 pagi waktu setempat dan mereka berbuka puasa pada pukul 15.00 waktu setempat.

2. Argentina

(sumber foto: cdn.klimg.com)

Masyarakat Muslim di Argentina menjalani puasa sekitar 10 jam setiap harinya. Sangat singkat bukan?
Jumlah penduduk Muslim di negara yang terkenal dengan tarian tango ini pun sangat sedikit dari jumlah keseluruhan pendudukunya, yaitu hanya satu persen atau sekitar 400 jiwa.
Meski minoritas, warga non Muslim Argentina dinilai sangat bertoleransi dan sangat menghormati ibadah. Di Buenos Aires, ibukota Argentina, terdapat sebuah masjid besar yang menjadi pusat studi Islam di Argentina dan negara-negara Amerika Latin. Masjid ini dibangun atas bantuan Raja Fahd dari Arab Saudi.

3. Australia

(sumber foto: reservasi.com)

Jika di belahan dunia lainnya memasuki musim panas, maka Australia sudah bersiap memasuki musim dingin sehingga waktu berpuasanya tidak terlalu lama, yakni hanya sekitar 11 jam.
Jika kamu memiliki rencana berlibur di Australia, kamu bisa menikmati buka puasa di restoran halal yang terletak di Sydney Road. Kawasan ini banyak dihuni imigran dari Timur Tengah yang mayoritas beragama Islam. Saat melaksanakan sahur, menu makanan di sini hampir sama seperti menu sarapan, yakni roti bakar dan susu.

4. Afrika Selatan

(sumber foto: shopback.com)

Afrika Selatan juga memiliki waktu puasa yang pendek jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia. Waktu puasanya sekitar 12 jam. Jumlah penduduk Muslim di negara ini pun terbilang sedikit, yaitu hanya 1,5 persen dari 52 juta penduduk Afrika.
Meski populasi muslim sedikit, makanan halal sangat mudah dijumpai di negara ini, banyak restoran yang menyediakan makanan halal, bahkan hampir seluruh restoran cepat saji asal Amerika sudah berlabel halal.
Cuaca yang panas, yaitu di atas 30 derajat Celcius menjadi salah satu tantangan terbesar umat Muslim menjalani puasa di negara ini. Menariknya, di Cape Town terdapat bubur buatan warga lokal yang bisa dicicipi hanya pada bulan puasa.

5. Brazil

(sumber foto:shopback.com)

Umat Muslim di negara yang dikenal dengan sepak bolanya ini hanya berpuasa sekitar 13 jam. Mayoritas penduduk Muslim di Brazil adalah Kristen. Sehingga hal ini menjadi tantangan yang berat bagi umat Muslim yang tengah berpuasa.

Negara Terlama

1. Islandia

(sumber foto: blogspot.com)

Negara yang dikenal dengan penduduk muslim terkecil di dunia ini menjadi negara dengan durasi puasa terlama, yaitu sekitar 22 jam. Umat Muslim di Islandia melaksanakan sahur pada pukul 02.00 pagi waktu setempat dan berbuka pada pukul 12.00 malam waktu setempat.
di Islandia, hanya ada 0,3 persen atau sekitar 770 orang penduduk yang beragama Islam. Bagi kaum Muslim di Islandia, puasa tak sekadar ritual ibadah. Justru, dengan panjangnya waktu berpuasa membuat mereka menemukan nilai lain dari berpuasa.

2. Swedia

(sumber foto: blogspot.com)

Swedia juga menjadi negara terlama berpuasa, yaitu sekitar 20 jam. Umat muslim di Swedia makan sahur pukul 02.30 pagi waktu setempat dan berbuka puasa pada pukul 10.00 malam waktu setempat.
Saat ini kaum muslim Swedia berjumlah sekitar 500.000 orang, atau sekitar 5 persen dari total populasi. Cuaca panas juga menjadi tantangan besar umat Muslim untuk menjalani puasa di negara ini.

3. Alaska

(sumber foto: qarlota.com)

Ada keunikan budaya berpuasa di negara dengan sebutan Land of the Midnight Sun ini. Sebagian masyarakat Muslim setempat mengikuti jadwal puasa sesuai dengan waktu Mekkah, yaitu berpuasa selama 15 jam sehari.
Sebagian muslim lainnya, mengikuti jadwal puasa waktu setempat, yaitu berpuasa selama 20 jam di musim panas, namun hanya 5 jam di musim dingin. Perbedaan jadwal puasa tidak mengurangi persatuan komunitas Muslim Alaska.
Jadwal ini sesuai keputusan Dewan Masjid Alaska mengikuti fatwa Dar al-Ifta al Misriyyah, lembaga hukum Islam yang berpusat di Kairo. Fatwa ini diterbitkan tahun 2009 setelah melewati pengkajian yang panjang.

4. Inggris

(sumber foto: nationalgeographic.co.id)

Umat muslim di Inggris harus berpuasa selama 18 jam setiap harinya. Hal itu terjadi karena Ramadhan datang bersamaan dengan musim panas terpanjang di Inggris.
Saat ini ada sekitar 2,7 juta umat Muslim yang tinggal di Inggris. Untuk menghindari berbagai penyakit saat musim panas nanti, Komunitas Muslim Inggris sangat gencar mengingatkan para anggotanya agar tetap menjaga kesehatan selama puasa.

5. Jerman

(sumber foto: okezone.com)

Umat Muslim di Jerman harus berpuasa selam 18 jam sehari, yaitu sejak pukul 04.00 pagi hingga pukul 22.00 malam waktu setempat. Sama seperti beberapa negara, yang menajdi tantangan terberat di negara ini adalah akibat cuaca yag panas, sehingga mudah haus.
Selama berpuasa, tidak ada aktivitas yang berbeda di negara ini, sama seperti hari biasa. Warga tetap bersekolah dan bekerja. Di Jerman, toleransi umat beragama begitu tinggi, sehingga mereka yang non-Muslim menghargai mereka yang berpuasa.
Wuih-wuih, ternyata di luar sana, banyak ya saudara-saudara kita yang menjalani puasa Ramadhan dengan penuh tantangan. Semoga kita semakin mensyukuri dengan nikmat beribadah puasa tahun ini. (red/dil)

Artikel Terkait