Laskarwongkito.com — Keterlibatan Harnojoyo di pentas politik harus melalui jalan berliku. Setelah menjalani sejumlah pekerjaan di luar kiprah politiknya saat ini, dan langkah politik Harnojoyo diawali saat bergabung dengan Partai Demokrat.

Beragam profesi sempat digelutinya, seperti menjadi pedagang (agen) ayam potong dan sempat cukup lama tinggal di Kota Bandarlampung (Provinsi Lampung), lalu menjadi sopir taksi, sehingga akhirnya membuat ayah tiga anak ini memahami berbagai persoalan yang berada di masyarakat.

PAK-HARNOJOYO-oke

(Sumber foto:maklumatnews.com)

Harnojoyo di lahirkan di Desa Sindang Panjang Kecamatan Tanjung Sakti Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, pada tanggal 18 September 1967. Dari pasangan H Sapril dan Hj Ruhinah. Mereka tinggal di sebuah rumah yang letaknya tidak jauh dari kawasan gunung dempo nan sejuk, hidup mereka cukup sederhana jauh dari kemewahan.

Walikota Palembang ini terkenal dengan aksi turun langsung ke lapangan untuk melakukan aksi bersih-bersih bersama dengan para bawahannya. Sikap ini rupanya terbentuk sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Syahdan, setiap hari minggu, Harnojoyo kecil sering diajak gotong royong oleh neneknya bersama cucu-cucu yang lain untuk bersih-bersih lingkungan di tempat tinggalnya, selain itu ia juga sering diajak merumput di kebun kopi milik neneknya dan ketika selesai pekerjaan kebiasaan neneknya sering berbagi sama cucu-cucunya, justru Harno kecil tidak pernah mau mengambil upah atau pemberian dari neneknya karena baginya hal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya untuk membantu orang tua.

Saat usianya menginjak belasan tahun, kerja keras dan tak kenal lelah telah terlihat dari dirinya, usai lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) ia memutuskan untuk merantau ke wilayah Lampung guna melanjutkan pendidikannya. SMA YP UNILA Lampung menjadi pilihan dalam memulai suasana baru dalam menempuh pendidikannya, ia sadar bahwa pendidikanlah yang nanti mampu membekalinya untuk hidup mandiri.

Tidak hanya itu, ketika lulus SMA ia bertekad kembali melanjutkan pendidikannya ketingkat Universitas, dengan segala keterbatasan ekonomi Harnojoyo Muda mulai berpikir untuk mencari penghasilan tambahan agar dapat meringankan beban orang tuanya, hingga ia memutuskan untuk bekerja di PT Bank BALI Lampung.

Harnojoyo muda semakin fokus untuk bekerja, pasang surut banyak ia lalui, bahkan ketika pulang kerja (malam hari) ia manfaatkan untuk menjadi sopir taxi di hotel Marcopolo, bahkan ketika hari libur ia juga manfaatkan untuk bekerja, sebagai kernet angkot pun pernah ia jalani, namun pekerjaan sampingan itu tidaklah mengurangi prestasinya di Bank Bali.

Semua pekerjaan ia lakukan dengan penuh optimis dalam mewujudkan cita-cita, baginya dalam pekerjaan harus serius dan ikhlas karena bekerja merupakan bagian dari ibadah kepada sang pencipta.

Berbekal sebuah keyakinan dan pengalaman yang dirasakannya dijadikan sebuah semangat untuk menggapai cita-cita agar kelak ia dapat membanggakan keluarganya, menempuh pendidikan di Fakultas Sosial dan Politik Jurusan Administrasi Negara di Universitas Bandar Lampung (UBL) menjadi dasar baginya agar kelak dapat berkarya dan bermanfaat bagi masyarakat.

Genap berusia 27 Tahun, Harnojoyo memutuskan untuk menikah dengan seorang gadis pujaannya yang berasal dari daerah yang sama, satu tahun setelah kelahiran anak pertama pada Tahun 1997 Harnojoyo diajak istri tercinta untuk hijrah ke Kota Palembang, ibu kota Provinsi di mana ia berasal.

Ketika di Kota Palembang, Harnojoyo tetap melanjutkan pekerjannya di Bank Bali cabang Palembang. Tidak lama kemudian pada tahun 1998 ia memutuskan untuk keluar dari Bank Bali yang saat itu sudah Sembilan tahun ia geluti.

Berbekal pengalamannya yang ia jalani di dunia kerja tersebut, melihat peluang dalam berjualan ayam sangat menjajikan lalu ia memutuskan mencoba berbisnis, dengan restu keluarganya bisnis jualan ayam dirintis mulai dari nol, mulai dari jualan di pasar 16 Ilir Palembang sebagai pedagang ayam kaki lima, hingga menjadi “broker” ayam.

Saat sukses menjalani usahanya, ia pun berpikir untuk mengembangkan usahanya agar dapat bermanfaat bagi orang lain dengan melibatkan saudara dan sahabatnya usaha ayam yang dirintisnya dari nol tersebut mampu berhasil dan sampai saat ini masih di teruskan oleh adiknya.

Untuk tetap mengembangkan usahanya hingga lebih besar lagi, Harnojoyo memutuskan terjun ke Dunia politik dengan maksud lebih banyak bergaul dan membangun relasi.

Karier politknya dimulai ketika dirinya masuk sebagai kader Partai Demokrat pada tahun 2003, Partai Demokrat dipilihnya karena dilatari atas kekagumannya pada sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keseriusan dan militan sebagai kader, lalu ia dipercaya untuk menjadi ketua DPAC Partai Demokrat Kecamatan Ilir Barat I hingga maju sebagai Calon Legislatif dan akhirnya terpilih menjadi Anggota DPRD Kota Palembang tahun 2004.

Tidak sampai di situ, karier politiknya kembali meroket saat ia dipercaya memimpin partai Demokrat Kota Palembang periode 2005-2010 dan kembali menjadi Anggota DPRD Kota Palembang pada Pemilihan Legislatif tahun 2009 lalu, berkat kepercayaan rekan-rekannya di Fraksi Demokrat dan Anggota DPRD fraksi lainnya, ia dipilih menjadi Ketua DPRD Kota Palembang periode 2009 – 2014, tidak lama kemudian pada musyawarah daerah Partai Demokrat Kota Palembang ia kembali dipercaya menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palembang untuk kedua kalinya hingga sampai saat ini.

Saat itu sebagai Ketua DPRD dan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palembang, Harnojoyo tergerak hatinya untuk berbuat lebih banyak lagi untuk Masyarakat, dirinya berkomitmen berjuang demi kesejahteraan Masyarakat Kota Palembang, hal ini didasari pada kecintaannya kepada Ibu Kota Sumatera Selatan tersebut.

Dengan demikian Harnojoyo maju pada pemilukada Kota Palembang tahun 2013 sebagai Calon Wakil Walikota dari Partai Demokrat berpasangan dengan Romi Herton sebagai Calon Walikota dari Partai PDI Perjuangan hingga terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Palembang Periode 2013 – 2018.

Di masa kepemimpinannya Kota Palembang sebagai Kota Metropolitan mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya ialah Adipura Kencana Tahun 2014, Kota Udara Terbersih 2015 hingga Kota layak huni dan lainnya. Harnojoyo juga bertekad dimasa kepemimpinannya dapat berkarya dan memberikan yang terbaik bagi Masyarakat Kota Palembang hingga dapat bermanfaat bagi generasi masa mendatang. (adm3)

Artikel Terkait