PALEMBANG — Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla menjelaskan alasan pemangkasan jumlah cabang olahraga (cabor) di Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang.

Dari 42 cabor, Indonesia hanya akan memainkan maksimal 37 cabor, termasuk yang memiliki proyeksi emas untuk tuan rumah. Menurut JK, pengurangan cabang dari 42 menjadi 37 cabor memiliki alasan tersendiri.

“Kita punya page margin supaya jangan terlalu belebihan dan cabang olahraga harus fokus. Cabor yang tidak terlalu dikenal dan potensi mendulang medali sangat kecil, maka kita hapuskan setelah konsultasi dengan Komite Olimpiade Asia atau Olympic Council of Asia (OCA),” ucap JK usai rapat persiapan Asian Games 2018 doi Griya Agung, Sabtu (08/04).
JK juga menegaskan, panitia penyelenggara Asian Games tak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya pemasukan dari ajang besar ini bisa didapat dari sponsor dan promosi selama Asian Games 2018 digelar.

JK mengatakan, pemangkasan anggaran berdasarakan arahan dari OCA agar tuan rumah multieven olahraga dapat suskes sebagai tuan rumah dengan biaya yang efisien.

“Namanya anggaran, kita upayakan cost effective. Kita ingin meyukseskan Asian Games dengan biaya yang efisien. Itu adalah pedoman dari OCA, bahwa negara jangan terlalu jor-joran dalam melaksanakan multieven seperti Asian Games,” kata dia.

Sebelumnya, JK bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin,  telah melihat langsung venue Asian Games yang telah dan sedang dibangun di Jakabaring Sport City. Ditargetkan beberapa venue rampung pada akhir tahun 2017.(juniara)

Artikel Terkait