Penampilan impresif Teja Paku Alam bersama Sriwijaya FC di kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016 mengundang pujian dari banyak pihak. Keberhasilan laskar wong kito menempati peringkat pertama klasemen sementara ISC juga dinilai berkat andil dari jebolan SFC U21 ini.

Bahkan catatan hanya kebobolan 1 gol dan 3 kali clean sheet dari 4 pertandingan yang sudah dimainkan SFC sejauh ini membuat Teja Paku Alam mengalahkan nama-nama kiper tenar lainnya di kompetisi ISC 2016. Namun alumnus SAD Uruguay ini mengaku catatan tersebut bukanlah keberhasilan pribadinya dan menyebut bahwa seluruh elemen di dalam tim SFC yang membuatnya bisa mencetak raihan tersebut.

“Perjalanan saya masih panjang dan apa yang diraih sejauh ini sangat disyukuri. Yang jelas saya mengucapkan terima kasih kepada manajemen dan pelatih SFC yang sudah memberikan kesempatan bermain di kompetisi ISC ini, hal ini sangat berarti dan penting bagi pemain muda seperti saya agar mendapatkan pengalaman yang lebih banyak,” jelasnya saat ditemui di bandara Juanda, Senin (23/5) siang.

Awalnya, Teja pun merasa cukup mendapat beban yang besar saat turun ke lapangan bersama skuad SFC di ISC 2016. Namun kehadiran pemain senior di dalam tim diakuinya sangat membantu proses adaptasinya dengan pemain lainnya.

“Mereka banyak memberikan masukan dan terus mengingatkan agar saya di lapangan lebih komunikatif dan saling bicara ketika pertandingan. Selain litu saya pun diingatkan agar tidak canggung, saat di di lapangan semuanya sama dan tidak ada pemain junior atau senior. Saya juga berterima kasih karena di luar itu ada mereka juga tetap membimbing kami yang lebih muda,” tambahnya.

Teja sendiri di kompetisi ISC 2016 sempat mendapat banyak pertanyaan dari sejumlah fans SFC karena dinilai sangat berani menggunakan nomor punggung 12 yang selama ini sangat identik dengan sosok Ferry Rotinsulu, eks kiper dan juga legenda hidup SFC. “Awalnya saya selama ini menggunakan nomor punggung 23, namun di tim ini sudah ada bang M Ridwan yang menggunakannya sehingga saya mengganti dengan nomor lain,” jelasnya.

Terkait sosok FR12 yang merupakan salah satu kiper terbaik yang pernah memperkuat SFC, Teja mengaku sangat menghormatinya. “Saya bukanlah pengganti FR12 karena bagaimanapun sosoknya di SFC tidak akan pernah tergantikan, namun dengan apa yang sudah diraih bang Ferry selama ini maka saya pun sangat mengidolakannya dan berharap bisa meneruskan apa yang sudah dicatatkannya bersama SFC. Jika ada kesempatan bertemu langsung, maka saya pun pasti akan meminta izin menggunakan nomor 12 di SFC,” pungkasnya.

Artikel Terkait