PALEMBANG — Tidak hanya harga cabai merah, bawang merah, dan gula di sejumlah pasar tradisional di Palembang mengalami kenaikan yang cukup signifikan, tetapi juga rokok yang bea cukainya tinggi dan tiket penerbangan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi Sumatera Selatan (Disperindag Sumsel), Permana. Menurutnya, saat ini inflasi di Sumsel meningkat tajam yang mencapai angka antara 0,55 sampe 0,75.

“Sekarang sudah mencapai angka 3, kita terus berusaha untuk menekannya, minimal hanya mencapai 2,5 lah,” ujar Permana, Senin (14/11).

Lanjutnya, harga yang tinggi tentu saja berpengaruh pada daya beli masyarakat yang melemah. Untuk mengatasi hal ini, dikatakan Permana, semua pihak yang tergabung dalam tim pengendalian inflasi daerah (TPID) akan segera melakukan rapat koordinasi pada 24 November mendatang.

“Kita nanti akan duduk bersama, membicarakan hal ini. Bagi pihak yang terlibat, jika mau mengambil untuk dalam berdagang silahkan, tetapi jangan melebih batas dan berpedomanlah pada aturan dalam surat keputusan Menteri Perdagangan,” Tegas Permana.

Selain itu, dijelaskan dia, penyebab tingginyya harga bahan pokok di pasaran, dikarenakan keterlambatan pasokan yang datang dari berbagai daerah.

“Banyak faktor pemicu harga melejit naik, salahsatunya pasokan terlambat yang disebabkan cuaca musim hujan seperti ini,” ungkap dia.

Untuk mengatasi hal tersebut, Permana menyampaikan, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pertanian untuk mengeksistensikan tanaman holtikultura. “Mudah-mudahan tahun depan ada solusinya yang lebih baik lagi dan tanaman holtikultura juga bisa turut membantu,” singkatnya. (juniara)

RelatedPost