PALEMBANG — Usai kebobolan 2 gol di laga perdana saat menantang tuan rumah Bali United, Selasa (7/2) malam di stadion I Wayan Dipta Gianyar, PR besar menanti tim pelatih Sriwijaya FC. Antisipasi set piece seakan menjadi momok berbahaya bagi laskar wong kito di laga tersebut dan 1 gol yang lahir juga dihasilkan melalui sundulan pemain belakang Abdulrahman memanfaatkan umpan dari tendangan bebas Fadil Sausu.
Menanggapi hal ini, pelatih SFC Widodo C Putro mengatakan bahwa anak asuhnya memang mendapatkan pelajaran berharga saat bertemu Bali United kemarin. Apalagi selama melakukan uji coba di Palembang, pihaknya tidak mendapatkan lawan seimbang dan nyaris tanpa tekanan. “Sekarang bersama tim pelatih lainnya, saya akan mencoba mengevaluasi kekurangan di laga pertama lalu. Nanti kami akan menonton rekaman pertandingannya untuk lebih spesifik mengetahui kelemahan yang terjadi,” ujar eks asisten pelatih timnas Indonesia ini saat dihubungi Rabu (8/2) sore.
Sementara itu, asisten pelatih SFC Khusaeri membenarkan bahwa pihaknya harus bekerja keras membenahi lini belakang yang saat laga melawan Bali United mendapat banyak gempuran. Mantan pemain timnas ini juga menyebut bahwa 3 stopper yang dimiliki SFC saat ini yakni Yanto Basna, Firdaus Ramadhan dan Bio Paulin kedepan harus lebih cerewet dalam mengkoordinasi pertahanan.
“Sebagai pemain terakhir di lini pertahanan, mereka harus lebih aktif mengkoordinasi dan berkomunikasi dengan seluruh pemain di depannya. Baik pemain tengah ataupun striker, karena mereka bisa melihat semua yang terjadi di lapangan. Tidak boleh diam atau pasif, dulu saat masih bermain saya pun demikian. Tetapi sepakbola saat ini berubah dan terus berkembang, seperti saya dengan Widodo dulu, walau dia sebagai penyerang namun dengan kode-kode tertentu maka kami bisa saling mengetahui apa yang akan dilakukan,” bebernya.
Sementara itu, skuad SFC sendiri usai laga melawan Bali United tetap melangsungkan latihan seperti biasa. Namun pemain yang bermain penuh hanya melakukan terapi es atau hydromassage di kolam renang hotel. Terapi yang berguna mengembalikan kembali kebugaran pemain usai menjalani latihan berat maupun setelah tampil dalam sebah pertandingan. Hydromassage membantu untuk mengendurkan otot, meningkatkan sirkulsi darah dan meredakan nyeri dan ketegangan otot.
Sementara pemain lainnya melakukan latihan di lapangan futsal selama hampir 2 jam. “Latihan hanya dilaksanakan pada pagi hari dan sorenya libur, namun buat pemain yang ingin menambah porsi dipersilahkan seperti Bio Paulin yang memang harus mengejar ketertinggalan fisik dengan pemain lainnya. Baru pada Kamis (9/2) pagi tim akan berlatih taktikal kembali di lapangan,” ungkap pelatih fisik SFC, Irwansyah. (dedi)

Artikel Terkait