PALEMBANG — Ketua Tim Independen untuk verifikasi program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak tahun 2016, Ida Wulan usai melakukan verifikasi program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tingkat provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Bina Praja, Kamis (13/10). Mengungkapkan, hingga saat ini penanganan untuk kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Sumatera Selatan sudah cukup bagus.

Dijelaskannya, untuk Sumsel penanganan kekerasan terhadap anak sudah cukup baik serta terstruktur tetapi perlu keterlibatan masyarakat. Karena saat ini masalah kekerasan bukan hanya pelaku kekerasan yang harus diperhatikan tetapi lingkungan juga ikut memantau, lebih baik mencegah dari pada sudah kejadian.

“Kita semua harus sensitif dengan kejadian yang ada di wilayahnya. Karena sekarang perangkat regulasi sudah cukup baik maka semua berani menyampaikan atau menindak lanjuti laporan masyarakat terkait kekerasan. Kalau dahulu urusan domestik keluarga tetapi sekarang urusan semua komponen masyarakat,” urainya.

Menurutnya, Untuk penanganan kekerasan secara komprehensif dilakukan secara terus menerus, semua stakeholder baik provinsi dalam hal ini SKPD maupun  di kabupaten/kota juga ikut melaksanakan program-program yang berkaitan  dengan pengutamaan gender pemberdayaan, perempuan, perlindungan anak, pemenuhan hak anak. Apalagi telah ada institusi khusus yang menanganinya, meskipun masih perlu ditingkatkan dan menjadi program prioritas karena merupakan program unggulan nasional.

“Jadi secara sinkron, sehingga tujuan dari pembangunan ini dapat tercapai,” ujarnya.

Ia berpesan bila melihat kekerasan pada wanita dan anak, harus berpartisipasi dan melaporkan. Nantinya akan dibentuk tim pengawasan sampai ke grassroots dan itu akan melibatkan partisipasi masyarakat. (juniara)

 

Related Post